logoblog

Cari

Tutup Iklan

Rama dan Sekuntum Edellways (Bag 1)

Rama dan Sekuntum Edellways (Bag 1)

Rama adalah seorang pemuda yang sangatlah sulit untuk jatuh cinta. Ketika usianya genap 18 tahun, ia bertemu dengan seorang gadis jelita

Cerpen

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
18 Desember, 2014 23:16:42
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 3072 Kali

Rama adalah seorang pemuda yang sangatlah sulit untuk jatuh cinta. Ketika usianya genap 18 tahun, ia bertemu dengan seorang gadis jelita yang bernama Anita. Gadi jelita itu adalah adik kelasnya di bangku SMA, saat itu Rama sudah kelas dua SMA dan Anita masih duduk di bangku kelas satu. Mereka saling mengenal pada saat pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS). Saat itu, Rama menjadi salah seorang panitia MOS dan ia juga ikut menggojlok siswa-siswi baru di sekolahnya. Pada hari terahir pelaksanaan MOS, Rama bertugas untuk menyampaikan materi Mengatasi Penyalah Gunaan Narkoba dan Miras. Sepertinya Sang Penguasa Waktu telah mengatur semuanya, selesai memberikan materi secara sepontan Rama menunjuk Anita untuk membaca sebuah puisi di depan teman-temannya.

Anita kaget dan merasa gugup mendengar permintaan dari kakak tingkatnya itu. Berkali-kali ia mengatakan bahwa dirinya tidak bisa membuat puisi dan tidak juga mempunyai puisi untuk dibaca di depan kawan-kawannya. Mendengar pernyataan itu, Rama memberikan sepotong kertas yang berisi sepenggal puisi karyanya. Anita tetap saja tidak mau maju untuk membaca puisi itu, kini alasannya adalah malu namun teman-temannya terus memaksa supaya ia membaca puisi itu di depan kelas. Dengan terpaksa Anita maju dan berdiri di hadapan Rama dan kawan-kawan sekelas-nya. Pelan-pelan namun pasti, Anita membaca kata demi kata yang tergabung dalam bait-bait puisi yang diberikan oleh Rama. Sang pembuat puisi dan isi kelas lainnya kagum mendengarkan suara Anita yang begitu merdu dan menghayati isi puisi itu. Selesai membaca puisi, Anita mengembalikan puisi tadi kepada pemiliknya. Rama tidak berkomentar apa-apa, rasa kagumnya dipendam dalam-dalam. Itulah awal mula dari perkenalan Rama dan Anita.

Keesokan harinya, Rama memanggil Anita. Pemuda itu menyampaikan rasa kagumnya atas penghayatan dan suara merdu Anita saat membaca puisi karyanya. Mendengar pujian itu, Anita tersenyum bangga. Saat itu ia masih malu-malu demikian juga dengan Rama yang memang jarang sekali bergaul atau berkomunikasi dengan teman wanitanya.

Semua ada waktunya dan yang berserak pastilah terkumpul jua. Itulah ungkapan yang tepat untuk kisah Rama dan Anita. Hari terus berlalu, Rama dan Anita selalu bertemu dan berkomunikasi seadanya dan ahirnya mereka menjalin hubungan persahabatan. Banyak cerita yang mereka rangkai dalam jambangan persahabatan, Rama betul-betul mengenal siapa Anita demikian juga dengan Anita yang juga mengenal seluk beluk kehidupan Rama. Mereka berjanji untuk menjadi sahabat sejati dan akan selalu berbagi dalam suka dan duka. Mereka juga berjanji untuk hidup layaknya seorang saudara, Anita menganggap Rama sebagai seorang kakaknya. Dalam hubungan persahabantan mereka, tidak ada hal yang boleh disembunyikan, termasuk masalah cinta dan dengan siapa mereka menjalaninya.

Dua tahun sudah Rama dan Anita menjalin hubungan persahabatan mereka, sebenarnya Rama memendam cinta kepada Anita dan rasa itu mulai muncul sejak Anita membaca puisi karyanya. Namun janji persahabatan membuat Rama harus bersabar dan berusaha menerima kenyataan. Ia mencoba untuk membuang perasaan cinta itu dan ia selalu berusaha untuk berlaku layaknya seorang kaka kepada Anita. Hanya saja, cinta sudah terlanjur melekat dalam sukma pemuda itu, berbagai cara ia lakukan untuk menghilangkan rasa cinta itu namun tetap saja ia tidak bisa melakukannya.

Serapi mungkin Rama berusaha untuk menyembunyikan perasaan cinta-nya dan sungguh hingga dua tahun mereka bersama bertuar cerita dalam irama persahabatan yang dinamis dan Anita sedikitpun tidak pernah curiga akan perasaan cinta yang dimiliki Rama untuk dirinya. Sebab itulah Anita cuek saja menceritakan kisah asmaranya kepada Rama dan tidak jarang pula ia mengajak Rama jalan bareng saat bersama kekasih hatinya. Memang sakit memendam perasaan, lebih-lebih jika orang yang kita cintai jalan bersama kekasih hatinya bersama kita, perasaan itu juga dirasakan oleh Rama hanya saja ia terus berusaha untuk menyembunyikan rasa cemburu yang berkecamuk dalam benaknya.

Suatu hari Anita jalan berdua dengan Rama, saat itu Anita menceritakan perjalanan cinta yang sedang ia tempuh bersama kekasihnya. Rama hanya terdiam dan berusaha untuk terus mendengarkan cerita gadis jelita yang sudah menganggapnya sebagai seorang kakak.

Kok kamu diam saja, kamu tidak senang ea dengan cerita cinta ku bersama dia ?

Tidak kok, aku mendengarkan semuanya dan aku juga bahagia mendengar kisah cinta mu bersamanya. Jawab Rama dengan gugup.

Mendengar jawaban Rama, gadis cantik itu melanjutkan ceritanya yang tadi. Ia juga sempat menyanyakan tentang asmara yang pernah di jalani oleh Rama namun pemuda itu memberitahu Anita bahwa selama ini ia belum pernah pacaran. Mendengar pengakuan sahabatnya, Anita hanya mengelurkan senyum paumungkasnya. Setelah itu ia menceritakan mengenai bunga impiannya.

 

Baca Juga :


Aku sangat mendambakan sekuntum bunga Edellweys, aku berharap suatu saat ada seorang cowok cakep yang akan memberikan bunga itu sebagai ungkapan cintanya kepada ku. Ungkap Anita sambil menyandarkan kepalanya di bahu kakan Rama.

Kamu tenang saja Nita, bunga yang kamu idam-idamkan itu akan kamu terima dari laki-laki yang betul-betul mencintai mu dan aku yakin Allah akan mempertemukannya dengan mu. Jawab Rama sambil meyakinkan Anita.

Mendengar cerita sahabat karibnya, perasaan Rama memggebu-gebu. Ia berpikir bahwa suatu saat ia pasti akan mendapatkan hatinya Anita. Sejak saat itu Rama bertekat untuk mendaki pelataran Gunung Rinjani denga satu tujuan, yaitu untuk memetik bunga Edellweys dan mempersembahkannya kepada Anita yang memang sudah lama ia damba untuk menjadi pacarnya. Rama juga beranggapan bahwa selama ini Anita belum menemukan cinta sejatinya dan asmara yang ia jalani bersama pacarnya saat itu hanyalah cinta biasa. Keinginan Anita untuk mendapatkan bunga Edellweys seolah member semangat baru bagi Rama untuk memperjuangkan perasaan cintanya.

Cepat langkah sang waktu, saat yang ditakuti datanglah jua. Perpisahan, itulah hal yang sangat ditakuti oleh rama sebab apa jadinya jika ia harus berpisah dengan Anita sedangkan Anita belum mengetahui perasaan yang selama ini ia pendam. Dua minggu sebelum menerima pengumuman kelulusan, Rama tidak bisa lagi membendung perasaannya. Pemuda itu memberanikan diri untuk meluahkan perasaannya kepada dara yang didambakannya itu. Sepertinya Dewi Cinta belum berpihak kepada pemuda berbadan ramping itu, Anita menolak cintanya dengan alasan bahwa sahabat lebih bermakna dari pada cinta, artinya Anita lebih memilih persahabatan dari pada menjalin hubungan cinta bersamanya.

Mendengar jawaban itu, Rama sangat kecewa. Pupuslah sudah harapannya untuk menjalin cinta dengan Anita. Semenjak kejadian itu, Rama berdiam diri dikamarnya, sepertinya ia tidak punya gairah lagi untuk hidup. Ia menghabiskan waktunya di dalam kamar pertapaannya, hanya ilusi dan bayang-bayang sang pujaan yang menghiasi pelupuk mata dan pikirannya, hanya tinta dan lembaran-lembaran kertas yang menjadi teman sejawatnya saat melalap kesepian. Untain-untaian bahasa sukma ia curahkan di atas kertas, tetes demi tetes tinta kegalaun ia coretkan sebagai hiasan kertas buram. Kata demi kata ia untai dengan penuh makna, terciptalah bait-bait syair pendamba yang dipenuhi makna kerinduan.

Rama berada dalam kegamangan, bahkan ia lupa akan siapa dia dan siapa yang ia damba. Dalam kegamangan itu sang pendamba terus meluahkan kekecewaan, keputus asaan dan segenap perasaannya yang sangat mendambakan cinta dari dara yang ia puji dan puja. Ratusan bahkan ribuan bait syair yang ia tuliskan dengan tinta yang penuh makna. Lembaran-lembaran buram yang telah ia tulisi dengan tinta cinta dan kerinduan itu dikumpulkan menjadi satu kemudian ia baca dengan seksama. Ia betul-betul larut dalam perasaan cinta yang teramat dalam, ia betul-betul mendambakan kehadiran Anita untuk mengobati lara hati yang ia derita. Sayang seribu sayang, angan-angan itu hanyalah ilusi gila yang semakin membuatnya terkapar dalam alunan ketidak menentuan. (Bersambung)

_By. Asri The Gila_ [] - 01



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

Komentar Terbanyak

 

image
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan