Cari

Tutup Iklan

Rinduku Untuk Ibu

Rinduku Untuk Ibu

KM. Sukamulia - Di sini, di Dusun Sukamulia yang dama ini aku dilahirkan 14 tahun yang lalu. Ayah dan ibu memberikan

Cerpen

Rinduku Untuk Ibu

Rinduku Untuk Ibu

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
31 Desember, 2014 13:47:00
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 2151 Kali

KM. Sukamulia - Di sini, di Dusun Sukamulia yang dama ini aku dilahirkan 14 tahun yang lalu. Ayah dan ibu memberikan aku nama yang cantik, secantik diri ku hari ini. Lingga Aulia, itulah nama ku. Teman-teman ku lebih akrab memanggil ku Ingga. Oya, perlu saya ceritakan bahwa ibu saya berasal dari Jokjakarta (katanya…) dan ayah saya berasal dari Dusun Sukamulia. Menurut cerita yang beredar di dunia maya, ayah dan ibu ku bertemu di Borobudur kemudian mereka saling jatuh cinta dan ahirnya menikah dan melahirkan aku. Heheeee maklumlah kawan, kan dulu ayah ku pernah kuliah di Dijokjakarta dan katanya sic waktu itu beliau mengangbil jurusan computer. Namun entahlah kawan sebab hingga hari ini saya belum pernah melilah izasah ayah saya, wek…wek..hooo.

Wajah ku memang imut. Kata mereka aku ini manis tapi mudah-mudahan tidak semanis gula sebab saya takut dikerumuni semut. Oya banyak pula yang bilang bahwa aku ini orang yang cerdas, heheee kepedean. Ya ya ya, mungkin karena aku sering mendapatkan juara di kelas ku. Kata orang aku ini periang, ea mungkin saja sebab aku suka menyapa teman dan kadang-kadang tersenyum girang. Semua pujian itu memang membuat aku senang, tetapi selama ini aku adalah orang yang paling sedih diantara kalian.

Orang sekampung sudah tau siapa aku dan bagaimana keluarga ku. Broken home, mungkin itulah istilah yang tepat untuk menyebut keadaan keluarga ku. Sekali lagi, aku adalah orang yang paling sedih diantara kalian. Mengapa aku mengatakan demikian ? kalian semua sudah tau jawabannya, sebenarnya aku sangat malu untuk menceritakan hal ini tetapi biarlah semuanya aku tuangkan di kertas putih ini supaya dunia tahu tentang siapa dan bagaimana aku.

Siapa yang tidak akan bersedih jika mengalami nasip seperti aku. Kata nenek yang membesarkan aku, ibu ku meninggalkan aku ketika aku berusia dua bulan. Entah karena apa dan entah atas dasar apa sehingga beliau meninggalkan aku begitu saja. Nenek ku juga bilang, saat itu ibu ku yang bernama Kristiani pergi tanpa pamit kepada ayah ku sebab itulah mereka tidak tahu kemana ibu pergi meninggalkan kami. Ahirnya aku dibesarkan oleh nenek ku yang bernama Kasih, terimakasih nenek Kasih semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada mu.

Hidup ku betul-betul menyedihkan kawan, hingga saat ini aku tidak pernah bertemu dengan ibu ku namun aku pernah mendapat kabar burung bahwa ibu ku sudah kawin dengan orang lain, katanya sich beliau kawin dengan orang Sumbawa dan ternyata beliau disia-siakan begitu saja dan ahirnya belia harus membuang diri ke Malaysia. Kasian ibu ku dan yang paling kasihan adalah aku sebab hingga aku berumur 14 tahun aku tidak pernah bertemu dengan beliau. Sebenarnya sich pernah, kata nenek ku sebab ketika aku berusia tiga tahun, beliau pernah menjenguk aku tetapi karena aku masih kecil maka aku tidak ingat hal itu dan sebab itu aku bilang bahwa aku tidak pernah bertemu dengan beliau.

Kawan, betapa bahagia kalian yang hidup bersama kedua orang tua kalian, sungguh aku iri menyaksikan anak-anak yang berkumpul dengan kedua orang tuanya. Ibu memang menyianyiakan aku tetapi aku tidak pernah menanamkan rasa benci kepada beliau sebab bagaimanapun juga beliau tetap ibu yang melahirkan aku, hanya saja aku berharap suatu saat aku bisa bertemu dan tidur di pangkuan beliau. Aku rindu ibu, aku rindu beliau meskipun beliau tidak pernah merawat aku.

Hanya satu yang aku inginkan dalam hidup ku, aku ingin bertemu ibu dan setiap saat aku berdoa semoga beliau tetap dalam lindungan Allah.
Hingga saat ini aku tingkal bersama nenek dan ayah ku. Ayahlah yang setiap hari mengantar dan menjemput aku dari sekolah.
Tidak lengkap rasanya jika aku tidak menceritakan bagaimana kehidupan ayah ku. Untuk itu aku juga akan menceritakannya supaya dunia juga mengetahui bagaimana nasip yang aku alami selama menjalani hidup di atas muka bumi ini.

Ayah ku bernama Sahnan, beliau pernah menjadi seorang guru, pernah juga sebagai pembisnis kelapa dan jagung dan yang paling aku banggakan dari beliau adalah ketika beliau ikut menjadi calon anggota DPRD pada pilcaleg tahun ini. Itulah karir yang pernah dijalaani oleh ayah ku, namun sekarang beliau hanya jadi seorang penganggur dan selalu merepotkan nenek ku.

Baca Juga :


Hal yang paling menjengkelkan adalah sifat ayah ku yang suka kawin dan tidak pernah sukses dalam perkawinannya. Waktu aku berumur 9 tahun, beliau pernah kawin dengan seorang wanita yang berasal dari Menanga Baris dan belum genap satu tahun mereka menjalani hubungan keluarga, ayah ku masuk penjara gara-gara bertengkar dengan ibu tiri ku itu. Aku semakin sedih melihat kenyataan yang menimpa ayah ku, selama 1 tahun lebih beliau harus mendekam di dalam bui hanya gara-gara bertengkar dengan ibu tiri ku.

Aku tidak bisa bercerita panjang lebar tentang ayah sebab air mata ku selalu mengalir ketika mengingat semua hal yang berhubungan dengan beliau. Beberapa minggu yang lalu ayah ku kawin lagi dengan seorang misannya, aku kembali mempunyai ibu tiri. Kata orang-orang di sekeliling ku, ibu tiri ku saat ini sangat mirip dengan wajah ibu kandung ku dan yang lebih parah lagi ibu tiri ku ini bernama Risnawati yang akrap dipanggil Ris. Nama ibu tiri ku ini juga mirip dengan nama ibu kandung ku.

Setiap aku melihat dan mendengar nama ibu tiri ku ini, rasa sedih selalu menghampiri ku sebab ibu tiri ku ini mengingatkan aku akan ibu kandung ku yang meninggalkan aku 14 tahun lalu. Rasa rindu ku semakin menggebu dan aku betul-betul ingin bertemu dengan ibu kandung ku.
Sekarang aku tinggal bersama ayah dan ibu tiri ku, beliau memang baik dan sangat perhatian terhadap ku namun semoga saja Allah senantiasa memelihara hatinya supaya esok lusa dan selanjutnya beliau tidak berubah dan menjadi ibu tiri seperti di tivi-tivi,,, heheee.

Ya allah lindungilah beliau dan pertemukanlah aku dengannya sebelum ajal menjempu beliau dan aku. Ya allah kasihanilah aku, aku ingin sekali bertemu dengan ibu kandung ku, kabulkanlah ya  Allah, amin ya robbal alamin. [] - 01

_By. Lingga Aulia/Tingkat SMP_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan