logoblog

Cari

Tutup Iklan

Desa Pohgading dalam Legenda

Desa Pohgading dalam Legenda

KM. Sukamulia-Desa Pohgading merupakan salah satu desa yang usianya cukup tua jika dibandingkan dengan desa-desa yang ada di sekitarnya. Desa ini

Cerpen

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
11 Februari, 2015 23:15:25
Cerpen
Komentar: 4
Dibaca: 30077 Kali

KM. Sukamulia-Desa Pohgading merupakan salah satu desa yang usianya cukup tua jika dibandingkan dengan desa-desa yang ada di sekitarnya. Desa ini dulunya bernama Pemusungan Paok Gading yang termasuk dalam wilayah administratif Kedistrikan Pringgabaya. Sekitar tahun 1960-an penyebutan pemusungan diubah menjadi desa, demikian juga dengan istilah kedistrikan yang diubah menjadi kecamatan. Dengan demikian, sejak tahun 1960-an nama Paok Gading disebut sebagai sebuah desa.

Terkait dengan nama desa Pohgading, terdapat sebuah legenda yang memmang tidak begitu terkenal dan jarang diketahui oleh banyak orang. Hanya saja terdapat beberapa orang tokoh yang menceritakan bahwa pada awalnya Desa Pohgading bernama Desa Paok Gading.

Menurut cerita yang dipaparkan oleh Amaq Husnni dan beberapa orang tokoh masyarakat lainnya. Dulu masyarakat Pohgading pernah bertikai dengan orang Bali karena Bali ingin menguasai Pohgading, tetapi Bali kalah dalam pertikaian tersebut akhirnya orang Bali kembali ke desanya. Masyarakat Pohgading sangat bahagia atas kemenangan itu dan mereka mengadakan pesta dengan cara menanam pohon mangga di semua rumah warga. Mangga yang mereka tanam adalah Mangga Gading (Paok Gading: bhs. Sasak), dimana buah mangga itu berwarna kuning keemasan.

Sejak saat itulah pemusungan itu disebut dengan nama Pemusungan Paok Gading yang sekarang disebut dengan nama Desa Pohgading. Dengan demikian sebenarnya POHGADING bukan nama sebenarnya, melainkan PAOK GADING.

Dijelaskan juga bahwa Desa Pohgading didirikan oleh Nek Waya Seba yang mempunyai dua anak yaitu Jero Negari dan Kertanegara. Sepeninggal beliau, Desa Pohgading diserahkan kepada Jero Negari sedangkan Kertanegara diutus untuk memimpin Desa Jenggik.

 

Baca Juga :


Diceritakan juga bahwa Jero Negari mempunyai 6 orang anak, yaitu Jero Mirayang, Jero Darwilang, Jero Rais, Jero Rumayat, Jero Muhammad, Sumintang. Jero Mirayang mempunyai anak laki-laki yang barnama Mirayang (Tuan Guru Haji Abdullah). Sepeninggal Jero Negari, Desa Pohgading dipinpin oleh Jero Darwilang yang kemudian mempunyai anak yaitu bapak Rumingsih, bapak Mar, inaq Hae, Agus (Tuan Guru Haji Abdul Hamid), bapak Murdan bapak Rusni bapak Ajam dan Nyentang. Selanjutnya berlangsunglah masa demokrasi, yang artinya  kepala desa diangkat atas dasar hasil pemilihan yang dilakukan secara demokrasi dan pada tahun 2010 Desa Pohgading mengalami pemekaran sehingga muncullah Desa Pohgading Timur yang membawahi wilayah administratif Dusun Bagek Gaet, Dusun Bagek Lawang, Dusun Gegurun dan Dusun Sukamulia.

Mengacu dari kisah di atas, maka jelaslah bawa nenek moyang masyarakat Desa Pohgading dan Desa Jenggik memiliki pertalian darah/keluarga. Namun demikian kita belum bisa mengambil suatu kesimpulan yang kuat sebab hingga saat ini belum ditemukan bukti-bukti autentik tentang hal tersebut, hanya saja jika dilihat dari banyaknya orang Pohgading yang memiliki keluarga di Jenggik bisa dijadikan sebagai suatu alasan untuk mengatakan bahwa memang benar masyarakat Desa Pohgading memiliki pertalian darah/berkeluarga dengan masyarakat Desa Jenggik. [] - 05

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

  1. Harfian Ahdi Aula, S.Pd.

    Harfian Ahdi Aula, S.Pd.

    03 Juni, 2015

    Nek Wayaseba ini hanya mempunyai 1 orang anak yaitu Satrianegara bukan Kertanegara


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      03 Juni, 2015

      ok, terimakasih atas informasinya smton... seperti apa yang kita bicarakan di fb tadi siang, nanti kita diskusikan masalah ini. salam dari kampung


  2. Harfian Ahdi Aula, S.Pd.

    Harfian Ahdi Aula, S.Pd.

    03 Juni, 2015

    Ada yang perlu dikoreksi sedikit pak mengenai Jro Negari. Jro Negari itu bukan anak dari Wayaseba melainkan cicitnya, yaitu anak dari Jro Mirayang I. Jro wayaseba hanya mempunyai 1 anak yaitu Neq Satrianegara/Jayanegara. Adapun Neq Satrianegara ini mempunyai 7 anak al: Jro Wijaya, Jro Gumiring, Jro Dirangga, Jro Mirayang I, Jro Ruminggit, Jro Rinaksa, dan Jro Riyadi


    1. Ahmad Sugeng

      Ahmad Sugeng

      22 Oktober, 2015

      Keturunan siapakah nek wayaseba itu? Trus nek wijaya tu siapa?


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan