logoblog

Cari

Tutup Iklan

Putra Mahkota yang Hilang Bag.1

Putra Mahkota yang Hilang Bag.1

Masa Kecil Putra Mahkota KM. Sukamulia – Pada zaman dahulu berdirilah sebuah kerajaan besar di tanah Lombok, kerajaan itu bernama Kerajaan Selaparang

Cerpen

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
20 April, 2015 12:29:35
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 53915 Kali

Masa Kecil Putra Mahkota

KM. Sukamulia – Pada zaman dahulu berdirilah sebuah kerajaan besar di tanah Lombok, kerajaan itu bernama Kerajaan Selaparang yang didirikan oleh Doyan Medaran. Raden Doyan Medaran merupakan putra dari Pengulu Alim yang merupakan keturunan dari Demung Mumbul dan Demung Mumbul sendiri merupakan keturunan dari Tunggul Ametung.

Doyan Medaran alias Datu Selaparang dikenal sangat bijaksana dan berlaku adil dalam menjalankan pemerintahannya. Pada masa pemerintahan beliau, Kerajaan Selaparang adil makmur, masyarakatnya hidup damai tanpa terjadinya peperangan.

Sepeninggal beliau, tangkup kepemimpinan Kerajaan Selaparang diampu oleh putra-nya yang bernama Raden Mas Panji Anom. Putra mahkota ini adalah hasil perkawinan Doyan Medaran dengan seorang putri dari Kerajaan Majapahit. Pada masa pemerintahan Raden Panji Anom, Kerajaan Selaparang terkenal dengan ketangguhan balatentaranya sehingga pada saat itu Kerajaan  Selaparang sangat aman dengan daerah kekuasaan yang semakin luas.

Pada masa pemerintahan Raden Panji Anom, terdapat suatu kebijakan yang sangat luar biasa, dimana pada saat itu Kerajaan Selaparang dibebaskan dari senjata. Artinya pada saat itu di Selaparang tidak diperbolehkan adanya pembuatan senjata tajam. Hal ini ditujukan supaya Kerajaan Selaparang terbebas dari peperangan dan hidup rukun dalam nuansa perdamaian. Kebijakan ini tentunya tidak membuat Selaparang terbebas dari senjata tajam. Hanya saja, pada saat itu senjata-senjata tajam dari segenap wilayah Selaparang dikumpulkan di kerajaan dan segenap ponggawa dan pasukan Selaparang tidak diperkenankan menggunakan senjata tajam.

Hal ini menyebabkan Kerajaan Selaparang aman dan tentram. Masyarakatnya hidup rukun dengan keadaan yang gemah ripah loh jinawi. Meskipun tanpa senjata tajam, pasukan Kerajaan Selaparang tersohor dengan kekuatannya dan bahkan dikisahkan bahwa pada saat itu satu orang perajurit Selaparang mampu mengalahkan 200 orang musuh tanpa menggunakan senjata.

Pada masa pemerintahannya, Raden Panji Anom didampingi oleh seorang patih yang sakti mantra guna, patih itu bernama Patih Singa Repa. Selain itu, Raden Mas Panji Anom juga didampingi oleh seorang panglima perang yang terkenal denga kedikjayaannya, panglima perang itu bernama Panglima Mangku Bumi yang bergelar Panglima Rauh Lang Sejagat.

Dikisahkan pula bahwa pada saat itu Raden Panji Anom didampingi oleh permaisurinya yang berwajah cantik nan jelita, sayangnya hingga saat ini masih terjadi kesimpang siuran mengenai nama sang permaisuri. Hanya saja, beberapa versi mengatakan bahwa sang permaisuru merupakan salah seorang putri dari Kerajaan Majapahit.

 

Baca Juga :


Di tengah-tengah Kerajaan Selaparang yang aman sentausa, sang permaisuri mealahirkan seorang putera. Sang Raja Selaparang kemudian memberi anak itu nama dengan Raden Mas Panji. Sejak masih kecil, putra Raja Selaparang tersebut dikenal memiliki kelebihan tersendiri. Banyak hal-hal luar biasa yang dialami dan diperbuatnya. Pada saat anak itu berusia lima tahun, Raden Mas Panji Anom menobatkan-nya sebagai Putra Mahkota Selaparang. Setelah dinobatkan menjadi Putra Mahkota Selaparang, anak itu dipanggil dengan nama Raden Mas Panji Pengayoman. Dengan demikian, sejak usia lima tahun putra mahkota itu diharapkan dan diyakini akan menjadi seorang raja yang mengayomi segenap rakyat Selaparang pada masanya nanti.

Dikisahkan pula bahwa pada saat itu, Raja Selaparang (Raden Panji Anom) juga mengawini seorang dayang-nya dan dari hasil perkawinanya itu lahir seorang anak laki-laki yang diberi nama Raden Mas Pakel (makamnya berada di sebelah kanan bawah makam Raden Mas Panji Pengayoman/Tilar Negara). Dengan demikian, pada saat itu Raden Mas Panji Pengayoman mempunyai saudara tiri yang tentunya juga punya hak yang sama dengan dirinya. Namun pada saat itu, kedua orang putra raja tersebut tidak pernah mempermasalahkan status mereka.

Ketika Raden Mas Panji Pengayoman berusia 11 tahun, terjadi suatu hal yang menakjubkan. Dikisahkan bahwa pada suatu hari, sang Putra Mahkota sedang berlari-lari di sekitar taman istana. Pada saat berlari-lari, Raden Mas Panji Pengayoman tidak sengaja menginjak kaki ibu tirinya sehingga ibutirinya itu jatuh tersungkur. Hal itu menyebabkan ibu tiri-nya meninggal dunia.

Atau versi lain mengatakan bahwa pada suatu hari Raden Mas Panji Pengayoman sedang mengasah keris di dalam istana. Pada saat sanak itu mengasah keris, ibu tirinya berjalan di atas anak itu. Karena anak itu merasa ibu tirinya kurang sopan maka anak itu menegur-nya dan pada saat menegur itu, Raden Panji Pengayoman tidak sengaja mengajung-kan keris yang dipegang kea rah ibu tirinya. Entah kekuatan apa yang ada pada diri anak itu, hanya dengan ajungan keris itu, ibu tirinya langsung terkapar dan mati.

Karena teragedi itu, Raden Mas Panji Pengayoman dikenakan sanksi berupa hukuman mati. Meskipun anak itu adalah putra mahkota, namun hokum haru tetap dijalankan. Itulah salah satu kelebihan Raja Panji Anom pada saat itu. Beliau sangat taat dan adil dalam menjalankan hukum, siapa saja yang bersalah harus dikenakan sanksi sesuai dengan kesalahannya dan pada saat itu orang yang membunuh dikenakan hukuman mati. Karena hukum di Kerajaan Selaparang tidak memandang bulu maka sang Putra Mahkota juga dikenakan hukuman mati atas tuduhan telah membunuh ibu tirinya, yang meskipun teragedi itu terjadi seabab ketidak sengajaan. [] - 01

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan