logoblog

Cari

Tutup Iklan

Wajah sayup, seorang pejuang dalam hidup ku

Wajah sayup, seorang pejuang dalam hidup ku

Pangeranku__ “Sesekali deraian air maata mengalir melihat sosok seorang janda yang ditinggal mati suaminya, bekerja banting tulang mengucurkan air keringat demi kesuksesan

Cerpen

KM Madinah(Majidi Indah)
Oleh KM Madinah(Majidi Indah)
13 Mei, 2015 20:25:40
Cerpen
Komentar: 4
Dibaca: 6737 Kali

Pangeranku__

“Sesekali deraian air maata mengalir melihat sosok seorang janda yang ditinggal mati suaminya, bekerja banting tulang mengucurkan air keringat demi kesuksesan seorang anak satu-satunya.

Malam kini jadi harimu, berdiam diri disebuah teras kecil sederhana sambil menonton TV untuk menghibur diri… haripun kini tiba melanjutkan pekerjaan yang tertunda. Melangkahkan kaki mungilmu demi mencari secercah bingkisan atau uluran tangan sang darmawan untuk sang anak nikmati.

Seandainya aku bisa membaca apa yang kau pikirkan, mungkin aku bisa membantumu sesekali waktu dalam kesibukanmu demi sang anak, wajajahmu sayup badanmu kini mengecil seperti pepohonan yang sudah dimakan usia.

Pangeranku__

Bagiku kau adalah sosok pahlawan dalam hari dan malamku yang tak pernah mengeluh disetiap perjuanganMu, aku sangat membanggakanMu

Pangeranku__

Yang kau lewati kini sangat panjang, melihat kucuran keringatmu kini aku tak sanggup bah aliran air parit mengalir deras. Tuhan izinkanlah aku sesekali masa dimana aku bisa membalas jasa-jasanya walaupun jasa-jasanya itu tak terbayar dengan kelelahannya selama ini

Kala raut wajahmu muncul di hadapanku aliran air mata ini entah dari mana datangnya sehingga tanganpun ikut campur ingin menghapusnya, engkau adalah satu-satunya harapanku baik dalam kehidupanku saat ini dan begitu pula kehidupanku dialam yang berbeda.

 

Baca Juga :


Oleh karnanya kau ku mintakan kepadaNya dengan penuh harap dan merendah “Yaa Tuhanku berikanlah DIa umur yang panjang, ringankanlah bebannya, permudahlah jalannya, permudahlah rizki dan karuniaMu kepadanya, begitu pula denganku, supaya aku bisa menjaga, melindunginya dari bahaya, memberikan apa yang dibutuhkannya sekarang maupun yang dibutuhkannya disaat dia sudah tidak bisa mengerjakan apapun… jadikanlah aku menjadi kebanggaannya, jadikanlah aku orang yang berbakti kepadanya sehingga kalau kelak dia tiada aku tetap akan mendo’akannya.

yaa tuhanku Bukankah Engkau pernah berwasiat kepada Salah sati hambaMU yang mulia yang telah Kau anggap Dia kekasihMU, bahwa amal yang tiidak akan terputus yaidu do’a seorang anak yang sholeh?

Maka kabulkanlah Wahai Tuhanku apa yang ku pinta, aku memaksaMU, karna ridhoMU dan ridhonyalah (Ibu) yang aku harapkan dalam menempuh jalan setapak menuju alam akhiratMU dan karna Engkaulah yang memerintahkanku untuk meminta dan memohon karna kau telah menganggapku sebagai hambaMU. Didalam kalamMU yang mulia menyerukan kepada kami “ tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah atau menghambakan diri kepadaMU”

Laa ilaahaillalloh Muhammadurrosuulullah

Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah..

 

 



 
KM Madinah(Majidi Indah)

KM Madinah(Majidi Indah)

Nama : Abdurrahman alamat/ttg : majidi, 02 Oktober 1991 status dan pekerjaan : sebagai mahasiswa di Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor. " aku lahir karna Dia dan Aku kembali kepada Dia pula" "Terlahir sekali dengan fitrahNya, Matipun sekali

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

  1. KM Madinah(Majidi Indah)

    KM Madinah(Majidi Indah)

    14 Mei, 2015

    yaaa setidaknya pak guru menurut tiyang sudah sangat mumpuni dalam hal menulisnya jadi tyg sangat butuh wejangan yang bisa mmbuat tyg lebih smangat lagi untuk menulisnya pak guru heee


  • KM Madinah(Majidi Indah)

    KM Madinah(Majidi Indah)

    13 Mei, 2015

    trimasi pak guru, masih perlu banyak belajar menulis untuk mampu seperti pelungguhde


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      14 Mei, 2015

      adooo, sebenarnya pelungguh punya bakat menulis yang lebih baik dari saya... hanya saja, pelungguh belum terbiasa menulis, jika pelungguh tetap menulis insyallah pelungguh juga akan menjadi seorang novelis handal Lotim. Orang bijak berkata, biasa ala biasa.. jadi kalo kita sudah biasa maka insyallah kita akan menganggap menulis itu adalah kebutuhan, oleh sebab itu teruslah menulis dan berkarya di Kampung Media.. Salam dari Kampung...


  • KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    13 Mei, 2015

    Mantab, cerpen yang sungguh menarik dan menggugah hati. Terus berkarya pak ustad, kami tunggu cerita dan informasi-informasi lainnya. Salam dari Kampung...


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     

    Komentar Terbanyak

     

    image
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan