logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kisah Si Lalat dan Sang Lebah

Kisah Si Lalat dan Sang Lebah

Dahulu kala terdapat sebuah negeri yang disebut negeri serangga. Pada negeri itu muncul sebuah cerita menarik antara si lalat dan sang

Cerpen

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
18 Oktober, 2015 21:03:10
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 55920 Kali

Dahulu kala terdapat sebuah negeri yang disebut negeri serangga. Pada negeri itu muncul sebuah cerita menarik antara si lalat dan sang lebah. Tema ceritanya, si lalat selalu cemburu pada sang lebah.

Suatu hari si lalat bertemu dengan sang lebah. Si lalat ini memiliki rasa cemburu dan iri pada sang lebah. Alasannya, sang lebah bisa terbang dengan leluasa di sekitar manusia tanpa ada rasa takut. Sedangkan dirinya takut pada manusia karena apabila dilihat oleh manusia pasti akan dibunuh. Entah itu dipukul dengan sapu lidi atau pun diberikan racun. Akhirnya si lalat berkata kepada sang lebah, “Hai lebah, kok kamu tidak dibunuh oleh manusia ketika terbang di sekitarnya, sedangkan bangsa kami kalau terbang di sekitar manusia pasti dijahati sampai dibunuh. Padahal kita kan punya tubuh mirip. Sama-sama punya sayap. Dasar Lho anak kesayangan manusia.” 

Kecemburuan si lalat lebih parah, yaitu tat kala ia menyaksikan manusia membuatkan sang lebah tempat tinggal yang nyaman. Selain itu, manusia juga menyediakan tanaman bunga yang beraneka ragam warna-warninya. Apalagi jenis bunga yang mengandung madu, itu merupakan hadiah “surprise” buat sang lebah.Sementara si lalat, sejak menjadi lalat di dunia, ia pun selalu berada dalam ketakutan. Ia pun selalu berhati-hati dalam melangsungkan hidupnya. Bahkan pada jam tidurnya pun, ia tidak bisa merasa tenang.Begitu pun juga dalam hatinya, ia selalu mengeluh atas nasibnya yang tidak pernah beruntung di sekitar manusia. 

Si lalat pun akhirnya merenung dan berpikir. Ia menyimpulkan bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk menderita di depan manusia.Menurutnya, ia merasa dibeda-bedakan dengan kehidupan sang lebah yang serba istimewa. Ia pun akhirnya duduk tertunduk dan berteduh di bawah jamur besar, ia pun benar-benar bersedih. Ia pun menahan kesedihannya sampai meneteskan air mata. Tiba-tiba kumbang menghampirinya.   “Ada masalah apa kawanku,” tanya si kumbang ketika melihat si lalat menangis terseduh-seduh. “Ayo katakan !” Desak si kumbang pada si lalat.

 Si lalat terkejut dan heran atas perhatian si kumbang pada dirinya. Dalam hati si lalat, baru kali ini ada yang mau peduli pada dirinya.

Akhirnya si lalat menceritakan nasibn dan semua kejadian yang melimpah dirinya. Setelah si kumbang mendengarkan cerita itu, si kumbang pun tersenyum.   “Oh, ternyata begitu ceritanya, okkey kawan tenang. Saya punya ide bagus untukmu kawan.”

 

Baca Juga :


   “Betul kawan? Coba katakan itu?” Sii lalat mendesak secara spontan.
   “Begini aja kawan, besok kamu datangi sarang sang lebah itu. Tapi kamu datang ketika sang lebah itu keluar, biar tidak dilihat. Terus, diam-diam kamu ikuti dari belakang dan perhatikan cara mereka bergaya dan terbang, sampai hinggap di atas bunga! Ucap si kumbang pada si lalat.

Si lalat pun ,mengokeykan. Pagi jam tujuh, si lalat menjalankan perintah si kumbang, ia pun mengerjakannya sampai berhasil dan sangat lancar. Setelah ia bekerja menjalankan perintah si kumbang, si lalat tiba-tiba lapar. Ia pun melihat sebuah makanan yang enak di dalam piring. Si lalat menghampiri makanan itu, tapi tiba-tiba sebuah tepukan keras jatuh di atas sekucup tubuhnya. Ia pun mati terkujup.

Itulah kisah hidup si lalat, walaupun ia ingin bersahabat dengan manusia, namun tetap dijahati. [] - 05

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan