logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dewi Rengganis

Dewi Rengganis

KM. Sukamulia – Pada zaman dahulu kala ada sebuah kerajaan kecil di Jamineran, kerajaan itu dipinpin oleh raja yang agung nan

Cerpen

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
07 November, 2015 20:32:57
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 42946 Kali

KM. Sukamulia – Pada zaman dahulu kala ada sebuah kerajaan kecil di Jamineran, kerajaan itu dipinpin oleh raja yang agung nan bijaksana. Dikisahkan bahwa Batara Guru mempunyai seorang puteri yang cantik ibarat mustika. Sejak ia dilahirkan, sang puteri ditinggal mati oleh ibundanya. Kematian istrinya membuat Batara Guru sangat bersedih, lebih-lebih ketika beliau melihat puteri kecilnya menangis karena tidak ada yang menyusuinya. Melihat situasi itu, Batara Guru tidak bisa menahan kesedihannya. Di dalam kesedihan itu, beliau menggendong putrinya sambil berjalan menuju hutan belantara.

Batara Guru pasrah, ia rela hidup ataupun mati, rela hancur lebur bersama puterinya. Ia berjalan menyusuri belantara sepi, naik gunung turun gnung, melewati lembah daalam dan curam, tanpa arah dan tujuan yang pasti. Dengan perasaan yang tidak karuan, Batara Guru terus berjalan sambil menggendong puterinya yang tiada henti-henti menangis. Setelah berhari-hari menyusuri belantara, sampailah beliau di Gunung Argapura yang merupakan taman persemayaman raja Jin yang bernama Lordanurce yang bertugas memelihara bumi.

Diceritakan bahwa Batara Guru melihat sebuah masjid di puncak Gunung Argapura. menyaksiakan hal itu, Batara Guru segera naik membawa puterinya. Di sana beliau menemukan sebuah telaga dengan pancoran yang indah dan megah dengan air yang bersih dan jernih berupa minyak. Setiap pinggir telaga dihiasi oleh barisan bunga yang indah. Bermekaran bunga pandan wangi, menari rancak kembang gambir, berseri-seri bunga tunjung, bunga cempaka harum berseri bersanding dengan bunga-bunga lainnya.

Batara Guru membawa puteri ciliknya berkeliling di sekitar telaga pancoran. Batara Guru memberi puterinya meminum air pancoran tersebut sehingga sang puteri berhenti menangis. Setelah sang puteri tenang, Batara Guru melanjutkan perjalanan ke tempat yang lebih tinggi dan sampailah ia di pertapaan Datu Kiyai. Sesampai di pertapaan itu, Batara Guru tidak lagi merasakan lapar dan dahaga, puterinya-pun tertawa girang. Batara Guru segera mengambil air wudu di pancoran telaga yang megah itu. Setelah itu Batara Guru membawa putri-nya ke tempat yang lebih tinggi dan ia-pun melaksanakan shalat dan memohon doa dan belas kasih dari Allah SWT.

Beliau shalat dua rakaat. Setelah salam, beliau langsung berdzikir dan bermohon kepada Allah agar ia dan puterinya diberikan hidup yang bahagia. Berkat keyakinan dan keihklasannya nan penuh harap, maka Allah SWT segera mengabulkan permohonannya. Dikisahkan bahwa Allah Yang Maha Agung menurunkan cahaya dari syurga kepada putri kesayangan sang Batara Guru.

Berkat cahaya itu, seluruh tubuh sang puteri bersinar dan mengelurkan aroma harum, sampai kentunya-pun beraroma harum. Atas kuasa Allah Yang Maha Agung, aroma tubuh Rengganis memenuhi gunung sehingga bidadari, jin dan siluman berdatangan menemui puteri kecil tersebut. Sejak itulah, puteri cilik itu dipanggil dengan nama Rengganis yang berarti Raga Yang Manis dan Mempesona. Sejak hari itu pula puteri ayu nan jelita itu dipelihara oleh seorang Dewi tersohor di dunia Jin, ia bernama Dewi Mas Komalasari.

Dikisahkan bahwa Dewi Mas Komalasari merupakan puteri jin Gunung Mas (Jabal Nur). Atas kehendak dan kuasa Allah Yang Agung, Dewi Rengganis diasuh oleh Dewi Mas Komalasari. Sejak hari itu, Batara Guru tidak lagi bersedih, tidak ada lagi air mata yang tercurah, tidak ada lagi kesedihan dan keputus asaan yang terlintas di dalam benak beliau. Batara Guru merasa tenang dan bahagia sebab Allah mendatangkan seorang pengasuh  bagi puteri tunggalnya. Lebih-lebih pengasuhnya itu berparas cantik nan jelita, baik budi dan bertutur halus, serta beraura pesona yang tiada tara. Rengganis-pun demikian, sejak hari itu ia tidak lagi mengeluarkan tangisan, ia hanya tertawa girang dalam asuhan sang Dewi Mas Komalasari.

 

Baca Juga :


Waktu terus berlalu, Rengganis dibesarkan oleh Komalasari, beliau mengajari Rengganis semua pekerjaan perempuan. Rengganis diajari nyesek kain perada, menyulam baju sutera, menyulam kain perumbak dari benang emas, dan berbagai pakaian kebesaran yang berbahan sutera dan benang-benang emas dan zamrud.

Rengganis tumbuh menjadi gadis yang ayu nan jelita, ia pandai menenun dan menyulam. Satu hari, ia bisa membuat dua lembar kain sulaman. Tidak mengherankan, sebab Rengganis adalah anak asuh ratu jin sehingga Rengganis tumbuh seperti peri. Rengganis juga memiliki kehebatan, yakni bisa menyulam di atas angin.

Dikisahkan bahwa Rengganis tumbuh remaja, parasnya cantik, kulitnya kuning bercahaya seperti emas sangling, hidungnya mancung bak pagoda, alisanya hitam seperti tulisan, suaranya manis seperti madu, tubuhnya ramping semampai dan sempurna, betisnya indah bak padi bunting, rambutnya hitam dan panjang terurai rapi. Sungguh, Rengganis tumbuh menjadi gadis yang paling cantik di antara puteri-puteri raja di antero dunia. Konon Rengganis bisa mengobati orang dan apabila ia menjampi orang yang sakit maka orang itu akan sembuh seperti sediakala. Selain itu, Rengganis juga dapat mengobati tumbuhan dan hewan. Apabila ada tumbuhan yang patah maka dengan jampi-jampinya Rengganis dapat menyembuhkan pohon tersebut, sebab itulah Rengganis dicintai oleh seluruh mahluk yang ada di sekelilingnya. Bersambung....

_By. Asri The Gila_ () -01



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan