logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dewi Rengganis Bag. 2

Dewi Rengganis Bag. 2

KM. Sukamulia - Waktu terus berlalu, Dewi Komalasari terus mendampingi dan memelihara Rengganis. Beliau sangat sayang kepada Rengganis, setiap harinya beliau

Cerpen

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
11 November, 2015 20:20:07
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 15177 Kali

KM. Sukamulia - Waktu terus berlalu, Dewi Komalasari terus mendampingi dan memelihara Rengganis. Beliau sangat sayang kepada Rengganis, setiap harinya beliau selalu mendampingi anak asuhnya dan bahkan beliau kerap kali membawa Renggani bermain-main melalanglang buana sehingga  anak asuhnya itu sangat pandai dalam segala bidang, termasuk dalam hal berjalan di atas angin. Konon Rengganis memiliki kemampuan terbang yang sangat cepat dan dikisahkan pula bahwa puteri Batara Guru itu sangat mahir dalam bidang agam dan bahkan ia sangat patuh dan taat dalam menjalankan ajaran agama.

Atas ridho Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Rengganis tumbuh menjadi sari pati di atas bumi. Saat ia beranjak remaja, namanya mashur dan dikenal oleh isi langit dan bumi. Dikisahkan bahwa, tidak ada yang dapat menandingi kecantikan dan kemashuran Rengganis. Parasnya cantik rupawan, lembut tutur bahasa dan budi pekertinya, sifatnya sopan dan santun, senyumnya manis semanis sari bunga yang menjadi makanan sehari-harinya, aroma tubuhnya memuakau dan tercium hingga jarak yang sangat jauh. Hal itu membuat setiap laki-laki yang melihatnya mabuk kepayang dan tidak terbius oleh bayangnya.

Jangankan laki-laki muda terpesona, yang tua jompo-pun gila dan mendamba untuk bersua. Jangankan laki-laki biasa, para pangeran, kiyai, tuan guru dan orang-orang bertarap wali-pun mendamba tuk mendapatkan cinta dari-nya. Dikisahkan bahwa pada suatu hari para kiyai, tuan guru dan wali bersepakat untuk menemui Rengganis. Mereka sepakat untuk berlomba mendapatkan perhatian dan cinta dari sang dewi.

Para kiyai, tuan guru, dan wali dari antero bumi berkumpul di gunung Argapura. Mereka bersolek, menggunakan pakaian yang indah dan menunjukkan kehebatan masing-masing di depan Rengganis. Ada dianatara mereka yang bertasbih tiada henti, ada diantara mereka yang bersujud sepanjang hari, ada diantara mereka yang tiada henti bersalawat dan membaca berjanji, ada diantara mereka yang tida henti melantunkan ayat-ayat suci, ada diantara mereka yang melantunkan tembang-tembang jati diri, dan lain sebagainya. Namun demikian, tidak satupun mereka yang dapat meluluhkan hati Rengganis dan bahkan dengan lantangnya Rengganis berkata kepada mereka bahwa apa yang mereka perbuat itu adalah ujub atau pamer sehingga mereka tidak patut untuk mendapat cinta dari-nya.

Di tempat lain dikisahkan, di tanah Mekah terdapat sebuah kerajaan yang mashur. Kerajaan itu dipinpin oleh Datu Jayangrana yang didampingi oleh permaisuri yang mashur pula. Permaisurinya bernama Putri Kelan Swara yang merupakan puteri dari Datu Surat Jali. Jayangrana dan Putri Kelan Swara memiliki putra tunggal yang usianya sepadan dengan usia Rengganis. Pangeran kerajaan Mekah itu bernama Raden Repatmaja atau dijuluki dengan nama Raden Mas Panjaran Sari.  

Diceritakan bahwa Raden Repatmaja mempunyai sebuah taman sari yang indah dan mempesona. Taman itu ditumbuhi bunga-bunga yang indah semerbak, seperti Kembang Perada, Kembang Cempaka, Kembang Tunjung, Kembang Gambir dan berbagai jenis bunga indah lainnya. Taman Sari milik Repatmaja dipagari oleh air dengan tiang-tiang yang terukir indah. Di taman tersebut juga terdapat Garuda Patra Jawa Patra Sari dan telaga yang airnya berbagai warna. Sungguh, taman milik Raden Repatmaja sangatlah indah dengan bunga-bunga yang tertata rapi dan telaga-telaga yang airnya jernih ibarat minyak.

Diceritakan pula bahwa tempat tidur sang pangeran berkelambu kain sutera yang berwarna hijau, putih, dan warna kuning yang mewah. Alas tidurnya terbuat dari bahan sutera dadalunan permas. Langit-langit kamarnya terbuat dari bahan dewengga wilis. Bantal guling dan kasurnyat bersusun-susun. Belum lagi tempat tidur siangnya yang dibuat seperti ayunan dengan bahan kain sutera yang indah. Tidak mengherankan sebab Repatmaja adalah anak tunggal dari raja yang paling tersohor di tanah Mekah.

Singkat cerita, Raden Repatmaja dinikahkan dengan Putri Jamineran yang bernama Dende Sala Sikin. Puteri  tersebut terkenal cantik dan ayu, bahkan ia dikenal sebagai perempuan yang paling cantik di tanah Jamineran dan Mekah. Namun kecantikan Dende Sala Sikin tersebut belum bisa menandingi kecantikan Rengganis yang bersemayam di gunung Argapura.

 

Baca Juga :


Setiap saat, setiap waktu, Raden Repatmaja tidak pernah berpisah dengan permaisurinya, demikian pula sebaliknya. Maklumlah mereka adalah penganten anyar alias pengantin baru. Siang dan malam mereka selalu bersama, memadu kasih sayang , seolah-oleh mereka tidak akan terpisahkan oleh apa-pun jua. Mereka saling mencintai, saling sayang dan mengasihi. Setiap hari mereka menghabiskan waktunya untuk bermain-main di Taman Sari. Dan malam harinya mereka habiskan untuk memadu kasih di peraduan yang maha mempesona.

Dikisahkan bahwa pada suatu pagi, Dende Sala Sikin mandi bunga. Berbagai macam bunga ia masukkan di tempat pemandiannya, Kembang Segir Manis, Kembang Gambir, Kembang Tunjung Tutur, Kembang Sandat, Kembang Cempaka dan bunga lainnya. Bunga-bunga tersebut di dapatkan dipetik dari Taman Sari milik suaminya. Namun pada pagi hari itu, pelayan-pelayan yang disuruh memetik bunga sangatlah heran sebab bunga-bunga di Taman Sari kelihatannya sudah sering dipetik oleh orang. Bahkan pada pagi hari itu, para pelayan jelas-jelas melihat bahwa bunga-bunga di Taman Sari baru saja dipetik. Mereka bertanya-tanya, siapakah orang yang telah lancang memetik bunga di Taman Sari milik sang pangeran tunggal. Salah satu diantara pelayan itu kemudian berbicara, “duhai kawan-kawan ku, hal ini harus segera kita laporkan kepada sang pangeran agar kita tidak dituh melakukan hal yang bukan-bukan, agar kita tidak dituduh memetik bunga di taman ini tanpa sepengetahuan atau perintah beliau”. Usulan tersebut diiyakan oleh pelayan lainnya.

Para pelayan bergegas ke istana dan langsung menghadap Raden Repatmaja. Sesampai di hadapat junjungannya, mereka menyembah dan memulai laporannya. “Ampun gusti, hamba ingin memberitahukan kepada gusti bahwa setiap kami pergi untuk memetik bunga di Taman Sari, kami selalu menemukan bekas orang memetik bunga-bunga milik tuan yang ada di Taman Sari”.

Awalnya Raden Repatmaja tidak menggubris atau menanggapi laporan itu. Namun, laporan yang sama telah diterima sebanyak tujuh kali sehingga Raden Repatmaja merasa penasaran dan ingin membuktikan kebenaran laporan tersebut. Singkat cerita, Raden Repatmaja berkunjung ke Taman Sari dengan didampingi oleh Mantri dan pengawal-pengawalnya. Sesampai di taman, sanga pangeran tercengang karena bunga-bunga di taman kesayangannya banyak yang kurang dan yang mengherankannya adalah ada bekas bunga yang baru saja dipetik namun tidak ada satupun orang yang mengetahui siapa yang memetik bunga-bunga tersebut. Melihat kenyataan itu, Raden Repatmaja sangat marah dan memerintahkan ponggawa-ponggawanya untuk memperketat pengawasan di sekitar taman. Bersambung.....

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan