logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dewi Rengganis Bag.4

Dewi Rengganis Bag.4

KM. Sukamulia - Diceritakan bahwa Dewi Rengganis sampai di Taman Mekah. Di sana, Rengganis berjalan-jalan menyusuri taman nan indah, sesekali jemarinya

Cerpen

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
13 November, 2015 22:05:08
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 8273 Kali

KM. Sukamulia - Diceritakan bahwa Dewi Rengganis sampai di Taman Mekah. Di sana, Rengganis berjalan-jalan menyusuri taman nan indah, sesekali jemarinya yang lembut memetik bunga nan indah dan kemudian ia menghisap sari pati-nya. Rengganis terus berjalan menyusuri Taman Sari, ia tersenyum girang sambil memtik bunga untuk mengisi perutnya yang tadi terasa sangat lapar.

Pada saat yang bersamaan, Raden Repatmaja sedang duduk-duduk di dalam kamar-nya. Dari tempat duduknya, sang pangeran mengawasi Taman Sari. Namun entah apa sebabnya, Raden Repatmaja terduduk lemah linglung dan ia-pun membaringkan badannya sambil berpikir dan bertanya-tanya, “siapakah yang kerap kali memetik bunga di Taman Sari-nya ?”. Sambil tetap berbaring, sang pangeran terus bertanya-tanya di dalam hati, “jika saja aku menemukan orang yang mencuri bunga di taman kesayangan ku, aku akan murka kepadanya”.

Sementara itu, Rengganis semakin dekat dengan telaga yang berada di tengah-tengah Taman Sari. Aroma harum manis yang keluar dari aura tubuh Rengganis, semerbak di udara. Taman Sari betul-betul dipenuhi oleh aroma tubuh Rengganis. Dikisahkan bahwa aroma tubuh Rengganis sampai jua di indera penciuman sang pangeran yang sedang berbaring di kediamannya. Mencium aroma itu, Repatmaja langsung tercengan dan bangun dari pembaringannya, setelah itu ia berjalan sambil melihat kiri-kanan.

Repatmaja bertanya-tanya dalam hati, “aroma apakah ini, aromanya sungguh harum manis, apakah ini aroma tubuh jin ataukah siluman, ataukah ada seorang bidadari yang turun dari langit ?”.

Sesampai di pinggir telaga, Rengganis langsung membuka pakaian kebesarannya dan menggantinya dengan kain tembasak, setelah itu ia masuk ke dalam telaga Taman Sari. Dikisahkan bahwa, seluruh wilayah Taman Sari teran benderang atas cahaya tubuh sang Ratu Alam Arwan (Rengganis). Tubuh Rengganis betul-betul halus mempesona, kulitnya lembut ibarat keju, aromanya harum manis dan cahayanya membuat apapun yang melihatnya terpesona.

Telaga Kuri Taman Sari terang benderang oleh cahaya tubuh Rengganis. Di dalam telaga, Rengganis berendam dan berenang sambil tersenyum girang. Sementara itu, tanpa sepengetahuan Rengganis, Raden Repatmaja telah mengawasi tingkahnya sejak pertama ia turun di telaga. Melihat kecantikan dan kemolekan wajah Rengganis, pangeran tunggal Datu Mekah itu tidak sedetik-pun mengedipkan matanya. Ia terbelalk, heran. Sungguh, ia berpikir bahwa Telaga Kuri Taman Sari-nya betul-betul dikunjungi oleh seorang bidadari dari kayangan.

Repatmaja terus mengawasi Rengganis yang sedang mandi. Sejak pertama melihat Rengganis, pemuda itu betul-betul mabuk kepayang. Ia lupa akan segala urusannya, ia mabuk menyaksikan kecantikan Rengganis sebab pangeran tunggal itu tidak pernah melihat wanita secantik itu selama hayatnya. Tidak sedikitpun bayangan lain terselip dalam pikirannya, bayang istrinya sekalipun.

Repatmaja adalah laki-laki yang sangat awas dalam menilai perempuan. Ia mengetahui mana perempuan perawan, mana perempuan yang sudah bersuami dan sebagainya. Sambil terus mengawasi Rengganis, pangeran yang masih bersetatus pengantin baru itu berbicara sendiri, “perempuan ini betul-betul masih perawan, darimanakah dia ?, siapakah namanya ?, benrkah ia adalah bidadari dari kayangan ?, yaaa, aku yakin, perempuan itu adalah bidadari dari syurga ”, tegas Repatmaja kepada dirinya.

 

Baca Juga :


“Siapa-pun dia, aku harus mendapatkan-nya. Aku tidak perduli apakah dia bidadari ataukah manusia, yang jelas ia harus menjadi pendamping hidup ku. Bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkan perempuan itu sebelum nyawa ku pergi dari tubuh ini”, katanya tegas sambil terus menatap Rengganis dengan mata yang terbelalak.

Singkat cerita, Rengganis beranjak dari pemandiannya. Ia segera mengganti pakaian. Dikisahkan bahwa, celana dalamnya terbuat dari bahan sutera. Usai memasang celana dalamnya, Rengganis dengan cepat memasang kain putih berlapis tujuh. Konon, kain yang digunakan itu terbuat dari bahan sari permata yakut. Kainnya yang paling luar adalah Permas Songketan Mesir. Kembennya terbuat dari Sutera Jingga Perada. Sabuk-nya Sutera Dewangga dan selendang-nya terbuat dari Sutera Kemadin.

Usai memasng semua pakaiannya, Rengganis dengan cekatan memasang seluruh perhiasan badannya. Konon, semua jari tangannya dipasangi cincin berbahan Masoca Mustika Air. Antingnya Pengakaja Luih. Tusuk punjungnya MasocaMustika Bintang dan kalung yang digunakannya berbahan Intan Berlian.

Tubuh Rengganis semakin bercahaya, Taman Sari terlihat terang benderang. Raden Repatmaja semakin takjub dan kepayang menatap Dewi Rengganis yang sangat cantik dengan pakaian dan perhiasan yang sungguh luar biasa indahnya.

Setelah semua pakainnya terpasang, Rengganis kembali berkeliling di Taman Sari guna memetik bunga. Gerakannya gemulai, berjalan seperti gadis Bali yang tengah menari, kainnya dising-sing seperti gerak gadis Jawa, ayunan tangannya gemulai, langkah kakinya seperti ganderung. Rengganis terus saja berjalan, sambil memetik bunga. Sedikit-pun ia tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang tiada henti mengintip gerak geriknya.

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan