logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dikala Hati Menemukan Cinta

Dikala Hati Menemukan Cinta

KM Inspirasi - Teringat kembali ku pada  masa SMP yang kulalui begitu menyenangkan.  Aku dikelilingi banyak sahabat yang sangat mengerti dengan

Cerpen

Dikala Hati Menemukan Cinta

Dikala Hati Menemukan Cinta

zuriatun thoybah
Oleh zuriatun thoybah
20 November, 2015 15:03:58
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 2213 Kali

KM Inspirasi - Teringat kembali ku pada  masa SMP yang kulalui begitu menyenangkan.  Aku dikelilingi banyak sahabat yang sangat mengerti dengan kaadaan ku. Sahabat bagiku adalah segalanya ia lebih mengerti dan memahami ku melibihi siapapun,  persahabatan kami tidak hanya sebagai seorang teman  tetapi lebih dari saudara.

Namaku  Indah aku memiliki sahabat,  Yeni, Reni dan Eda  yang kami singkat menjadi  YERI.  Kami tak pernah mengeluh dengan kaadan kami yang tergolong kurang mampu. Kondisi ekonomi tidak menggoyahkan semangat dan tekad  kami untuk menjemput kesuksesan itu.”NO TIME FOR LOVE BUT TIME FOR STUDY” itulah semboyan kami.

Hmmm memang kedengarannya sedikit norak sih,tapi bagi kami itu adalah pengikat  dan harus kami pertahankan. Dan kami juga anti dengan yang namanya pegangan tangan dan anehnya mereka semua bisa mengerti  dan prinsip  itulah yang ku pengang sampai saat ini.

Dan tidak masuk akal menurut lingkungan kami pada zaman modern seperti ini , yang dimana semua orang dimanjakan oleh teknologi bisa menjalan kan prinsip  seperti itu.

Prinsip  itu di buat,  karna kami takut yang namanya pacaran bagi kami itu adalah bencana. Ya mungkin kami sedikit trauma karna kedua orang tua kami berpisah,  ya bisa dibilang kami korban perceraian orang tua.

“pacaran ya pacaran aja selama kita menyikapinya dengan positif toh juga hasilnya akan positif juga.  Belum tentu juga kan kita pacaran ma orang ini dan berakhir dengan pernikahan”, kata salah seorang teman pada kami

Tapi kami tetap pada pendirian kami hehe….
Kadang  ketika semua teman-teman di sekolah merasa aneh pada kami , saat semua gentar membicarakan tentang pacar mereka kami malah bercerita tentang idola kami, topic paling hangat kami adalah tentang pemain bulu tangkis Indonesia,apa lagi kalo udah mulai main,kami jarang untuk melewatkan menonton meskipun lewat TV . itulah yang membedakan kami dengan mereka.  Ya mungkin mereka merasa tersisih dengan itu. Hmmm…itulah masa SMP ku yang paling lucu ku akui semangat nasionalisme kami sangat tinggi.

Ada yang mengatakan padaku,  ”lebih baik pacaran aja puasin diri mumpung masih muda, nanti kalo udah menikah disitu lo merasa kurang puas dengan masa remaja lo dan ujungnya karna ndak pernah ngerasain pacaran jadi lo selingkuh deh.

“Tapi kan pemahaman kita berbeda mungkin lo bilang gitu karna lo ndak pernah ngerasain apa yang pernah kami rasakan,” sambut ku.

Kami berlalu dengan rasa sakit mendengar salah satu teman kelas yang mengatakan itu pada kami,  tetapi aku dan sahabatku tak pernah goyah dengan yang mereka katakan.  Kami hanya melihat dari sisi pandang kami saja.

ku ingin seperti air yang bisa menetralisir segala hal
ku ingin seperti air yang bertujuan hanya satu arah
kuingin seperti air yang bisa menerjang  semua halangan
bahkan celah sempit sekalipun demi menggapai suatu tujuan
ku ingin seperti air yang tak mengenal adanya perbedaan
walaupun itu ada air bisa hidup berdampingan

Oh ya lupa ada 1 lagi teman ku namaya “Ata’ . Ya dialah satu-satunya teman laki kami hanya dia cowok yang nyambung dengan kami, Ata itu orangnya humoris dia yang membuat kami yang tadinya serius jadi becanda.  Ata datang seakan menjadi penghibur bagi kami.

********************************

Hari ini adalah hari penentuan kelulusan ku,hari yang sangat menegangkan tapi seolah sirna ketika kami dinyatakan semua lulus 100 persen oleh pak kepsek. Suasana kini menjadi kacau ada yang menangis, teriak kegirangan ada pula yang menanggapinya dengan biasa saja….
Tapi beda dengan kami berlima .

“Kalian mau ngelanjutin dimana ?
“Sahabat ku semuanya menjawab di SMA.
Lo kamu dimana dah ?

“Di SMK jawab ku sambil menunduk  (ya Allah aku akan berpisah dengan sahabatku,seandainya mereka tau aku tak ingin berpisah dengan mereka semua)
Seakan mereka tau isi hatiku.

“Walaupun kita beda sekolah tapi kita akan selalu tetap bersama kok ndah,kami ndak akan lupakan persahabatan kita”.

setidaknya kata-kata itu yang membuat hati ku lega di tengah tangis ini. Mereka menghampiriku dan menghapus air mata ini dan memeluk ku untuk terakhir kalinya.
Dan untuk terakhir kalinya kami dengan  serempak mengatakan “NO TIME FOR LOVE BUT TIME FOR STUDY”

Sahabat kini kita berada dipersimpangan jalan
Kita tak lagi berjalan bersama
Aku dankau memilih jalan yang berbeda
Meski ku tau tujuan kita sama
Percayalah sahabat doa ku selalu untuk mu
Kejarlah impian mu…
Hilangkan rasa takut itu
Tak ada yang tak mungkin jika kita terus berusaha
Aku akan menunggu sampai kita akan bertemu kembali
Pada suatu titik yang tak akan memisahkan kita kembali

*********************

Sekarang aku sudah kelas 2 SMK. Dua tahun sudah berlalu walau kami tak pernah bersama lagi seperti dulu, tetapi aku sangat menyayangimu dan merindukanmu wahai sahabat.

Aku tak tau entah kapan mulainya rasa ini diam-diam aku selalu mencari tau tentang ata dari teman-teman ku yang lain,  aku bingung pada diriku sendiri,ada apa ini ? seakan prinsip ku kini tinggal tulisan saja.

Dalam kesendirianku dikamar  ku tuangkan segalanya
Ya Allah rasa apa ini ?
Mengapa harus sesakit ini?

Ya Allah jika rasa ini baik bagiku maka tuangkan ia pada hal yang baik pula tapi jika rasa ini tidak baik bagiku maka hilangkanlah perasaan yang ku miliki ini ya Allah.
Ya allah yakinkan hati ini,tenangkanlah ia,danpasrahkan aku atas segalanya yang terbaik bagimu..

Jum’at 20-11-2014

Matahari memandangku.
Sejenak ku pejamkan mata,
Dalam hati kuberkata
“inikah rasa yang membelenggu
Yang tak sempat ku ungkapkan dan membuatku begitu sakit”

Tak ku sadari air mata ku menetes,ku mencoba bangkit dari tempat dudukku danku berkata
“aku harus kuat,jangan biarkan rasa ini membodohi ku,roda kehidupan ini selalu berputar tak mungkin selamanya akan seperti ini jika ku ingin mengejar kesuksesan itu”
Kini ku beranjak pergi dengan senyuman dan semangat yang baru
Ku usap air mata ini…

Kan ku sonsong hari ini,hari penentu masa depan ku….
Dari sejak itulah aku tak pernah menghiraukan rasa itu lagi aku kembali foKus pada sekolah ku dan jika sejauh ini aku bisa melupakannya aku hanya berkata mungkin inilah jawaban dari setiap do’a ku selama ini…

**********************
Hari berganti hari dan bulan  berganti bulan tak terasa kini aku sudah kelas 3 SMK. Hmm ada sedikit perasaan tegang dan takut karna sebentar lagi mau UN untuk yang kedua kalinya.

Baca Juga :


Oh ya apa kabar dengan Ata ?

Yah minggu ini untuk pertama kalinya aku bertemu Ata kembali. Maklumlah kalo kita sudah pisah sekolah,  besar kemungkinan itu kita tak pernah bertemu. Ada rasa malu untuk menegurnya pertamakali karna aku merasa mungkin dia tidak akan mengenaliku. Tapi kubertanya kembali dalam hati apa iya dia akan melupakan sahabatnya ? ahhh ku abaikan saja pertanyaan dalam hati ini.

“Hai Ta gimana kabarnya?”  Alhamdulillah baik “kamu gimana?” Alhamdulillah baik juga
Dari pertemuan yang begitu singkat bagiku  tapi cukup untuk ku mengenal sosok sahabat ku ini.

Dari pertemuan yang singkat itu pula ku kembali mempertanyakan “masih adakah perasaan itu dalam hati ini ? Ya, jawabannya tetap sama  aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku sangat bahagia bertemu dengan mu wahai sahabat,  meski dalam hati  ini berbanding terbalik  ku rasa usaha ku sia-sia untuk melupakan perasaan ini dan kini harus ku mulai dari titik 0 lagi.

Bahagiaku karna tidak ada seorangpun yang tau  tentang perasaan ini,
Biarlah semuanya terlukis begitu indah dalam hati
Tersimpan begitu rapat dan rapi,tanpa tercampur sedikitpun nafsu  karna ku ingin mencintaimu karna allah
Tak nada seorangpun yang tau,biarkan aku dan allah yang tau, karna ku percaya hanya allah yang bisa membantu ku,ku percaya semuanya akanbaik-baik saja.

******************

Minggu,16 agustus 2015

Hari ini aku kedatangan tamu sepesial bagiku,  kakak sepupu ku yang paling dekat dengan ku namanya ka DEVI. Kakak ku yang satu ini  jarang dirumah sekarang dia super sibuk karna lagi nyusun skripsinya.

Hmm… untuk merayakan kepulangannya kami diajak ke Air Terjun sindang gile,hari ini begitu menyenangkan aku seperti  burung yang baru terlepas dari sangkarnya,  dan mulai mengepakkan sayapnya. Hehe…baru kali ini aku merasa bebas yah karna aku anak perumahan yang jarang dikasih izin orang tua untuk keluar rumah maklumlah anak cewek  hehe…

Untuk kedua kalinya aku bertemu kembali dengan Ata saat pulang di parkiran ia menegurku,
Abis dari mana ?

Ini nganterin kakak dari terjun ? (ku kluarkan senyuman itu sambil mengajukan salam pada Ata)

Ata menjabat  tangan ku sambil tangannya mengusap keningku seakan akan ia begitu kenal dengan ku. Ya Allah  ku tepis perasaan itu,  ya mungkin Ata menganggapku sebagai sahabatnya sehingga dia biasa seperti itu padaku…

“Diam dah disini nanti kakaknya yang ambil motor “ (tahan Ata) tanpa kusadari aku bergandeng tangan begitu lama dengan Ata, ku lepas tangan ini.

“Ini aku yang bawa kuncinya mana bisa dia ambil motornya hehe  (dengan nada yang sedikit mengeles)

“Ya dah hati-hati ya “    ya
Ku hampiri kakak ku

“itu siapa ? temen masih SMP kak,ungkapku
Ku ambil motor,ku tancapkan gas “ta duluan ya” (sambil ku lambaikan tangan ini)  ya…jawabnya

‘Dek baru kali ku lihat adek gandengan tangan sama cowok,setaunya kakak kan adek anti sama gitu-gitu?”, kakak ku kembali melanjutkan pembicaraannya.
“Maaf ya kak aku juga ndak ngerti kok tanpa sadar aku juga ndak lepasin tangan aku tadi kak “

“Iya”

Dalam perjalanan pulang ini  terasa begitu sunyi tak adanya percakapan antara aku dan kak Devi.  Aku takut kak Devi berpikir yang tidak-tidak padaku, dan aku juga sangat merasa bersalah padanya ya memang dialah orang yang paling ku hormati dan ku takuti diantara kakak-kakak ku yang lain. Aku merasa telah merusak kepercayaannya padaku.

Astagfirullah haladzim tak hentinya ku lapaskan kalimat itu dalam hatiku.  Ya Allah mengapa aku melewati batasan ku ya Robb maafkan aku ya Allah… .

Malam ku begitu gelisah, ku tak bisa tidur memikirkan semua yang terjadi tadi siang .  Ya Allah aku merasa sangat bersalah pada-Mu dan pada semua orang yang mempercayaiku,akan kah saking bahagianya aku bertemu dengannya hingga aku lupa batasan ku ?
Ya Robb ku,  akan kah perasaan ini harus terungkap sekarang ?

Ah ku berpikir kembali belum apa-apa saja sudah mengarah pada negatif  bagiku
Dan dari sejak itu pula,  kembali ku biarkan  cinta ini dalam diamku,agar takkan ada perasaan bersalah ataupun penyesalan itu dikemudian hari meski hal itu sepele bagi kebanyakan orang tapi bagiku itu adalah hal yang serius ….

Dan ku putuskan untuk menjauhinya….
Aku mencintaimu utuh tak tersentuh
Cinta awalnya bagiku hanyalah kiasan kata-kata
Yang selalu diucapkan oleh orang banyak
Cinta.

Tak selamaya harus selalu saling memiliki
Sudah cukup bagiku memiliki mu sebagai sahabat
Sakit…

Sangat sakit menahan dan memendam perasaan ini begitu lama
Bersikap biasa pada mu
Dan melupakan perasaan ini saat bersamamu
Tapi bagiku persahabatan ini adalah segalanya
Bahagiaku….

Saat melihat mu,
senyum mu hal sederhana yang membuat ku begitu bahagia
dan ku bisa bersahabat dengan diri sendiri
mengerti dan memahami perasaan yang ku alami
tanpa harus kubohongi diri sendiri  (zuriatun thoybah)


 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan