logoblog

Cari

Pelangi di Langit Kota Praya, Bag.23

Pelangi di Langit Kota Praya, Bag.23

Cerbung: Lalu Pangkat Ali, Bag. 23 “Duduk, kamu Ded!” Sentak Papa sambil menatap tajam kearah Deddy. Yang diperintahkan tetap berdiri berkecak pinggang.

Cerpen

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
20 Oktober, 2017 10:48:44
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 9465 Kali

“Duduk, kamu Ded!” Sentak Papa sambil menatap tajam kearah Deddy. Yang diperintahkan tetap berdiri berkecak pinggang. Papa semakin geram. Ia ikut berdiri sehingga mendekati Deddy dan berdiri kaku di depan anaknya.

“Tak pernah Papa larang kamu protes! Tidak, Ded! Tapi cobalah bersikap sopan kepada Papa!”.

“Semua ini cuma membuang-buang waktu saja, Pa! Kita harus secepatnya menyeret Alex ke sini. Dia yang pantas Papa perlakukan seperti ini, bukan aku! Karena dialah pangkal musibah ini!” Sengat Deddy tak kalah sengitnya.

“Papa tak pernah marah padaku selama ini. Mengapa sekarang marah disaat aku hendak membela kakaku, anak Papa juga? Mengapa Papa membiarkan Larasati pergi? Mengapa Papa mengnghalangi aku pergi?”

“Siapa yang membiarkan Larasati pergi? Papa tidak tahu kapan dan kemana dia pergi. Kalau tahu, Papa tentu akan mencegat! Papa melarangmu pergi, karena tujuanmu tidak baik!”

“Tetapi, lelaki seperti Alex patut diberi pelajaran, Pa!”

Papa menggelengkan kepalanya. Menatap penuh ejekan pada Deddy.

“Kamu belum tahu apa-apa Ded! Jangan berlagak jadi jagoan di rumah ini! Belum tentu Alex yang salah. Ingat itu! Kalau Larasati mau terbuka pada kita semua, mungkin tidak akan seperti ini jadinya. Tapi dia selalu menutup  diri, dia terus menghindar setiap kali Papa mencoba mendekatinya. Dia begitu perasa dan egois! Maunya menang terus. Dia ingin Papa membelanya sekalipun dia salah! Mana mungkin Papa akan melakukannya”

“Jadi…..jadi, Papa juga menyalahkan Larasati?”

“Ya, memang dia yang salah! Dia main tuduh seenaknya. Jangan main vonis secara serampangan! Dari mana dia tahu Alex telah memiliki istri? Papa bukan hendak menuduh Alex. Papa melihat dia yang benar. Salahkah Papa kalau memihak pada Alex?”

 

Baca Juga :


“Salah! Karena dia itu bukan anak Papa, juga bukan apa-apanya Papa!”

Papa tersenyum sinis. “Apa bedanya kamu dengan kakakmu itu! Sama saja, sama-sama mau menang sendiri, Huh!”

Deddy menghentakkan kakinya. Dia tidak peduli lagi apakah Papa marah melihat tingkahnya itu. Deddy benar-benar tidak pedulilagi. Bahkan dengan gerakan sekilas ia membalikkan badan dan melangkah cepat meninggalkan ruangan keluarga.

“Deddy! Deddy, cepat kembali!” teriak Papa memanggil.

Deddy tidak peduli. Ia terus melangkah keluar rumah. Malam belum begitu larut, namun dinginnya terasa menusuk sampai ketulang sum-sum. Deddy lupa mengenakan jaket kulitnya. Dan dia tidak hendak kerumah untuk mengambilnya. Diraihnya stang sepeda motornya. Dihidupkannya mesinya lalu dilarikannya motor itu sekencang-kencangnya. Hanya satu yang diinginkannya saat itu, segera tiba di rumah Alex! Dia akan membuat perhitungan dengan lelaki itu.

Alex tidak ada di rumahnya. Yang menyambut kedatangan Deddy adalah adik Alex. Saya tidak tahu kemana Mas Alex pergi, begitu kata gadis remaja itu. Deddy tidak berkomentar, malah mendengus. Ketika gadis itu mengajak masuk, Deddy malah menggelengkan kepalanya keras-keras. Tampak benar kemarahannya di depan gadis yang tidak tahu persoalan kakaknya itu.

Marah? Ya, Deddy memang marah pada Alex. Sejak kemarin Larasati menghilang  dari rumah. Deddy memang tidak tahu kemana Larasati pergi dari rumah. Hanya saja ia percaya pada pendengarannya tempo hari, ketika secara kebetulan ia ikut mendengarkan percakapan papa dengan Larasati, bahwa ada yang mengancam Larasati. Orang itu pasti melakukan teror lagi, sehingga Larasati pergi dari rumah. Orang itu, siapa lagi kalau bukan suruhan istri Alex,piker Deddy. Lalu siapa yang bertanggung jawab kalau buykan Alex, kutuk Deddy dalam hati. Untuk itulah ia mencari Alex. Malam ini ia benar-benar ingin membuat perhitungan dengan lelaki konyol itu!.

(bersambung)



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan