logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pelangi di Langit Kota Praya, Bag.28

Pelangi di Langit Kota Praya, Bag.28

Cerbung: Lalu Pangkat Ali, Bag.28 Deddy menatap Papa. Kemudian menganggukkan kepalanya. Tapi kemana dia akan mencari Larasati? Dimanakah pula sekarang Larasati

Cerpen

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
23 November, 2017 21:35:16
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 2803 Kali

Cerbung: Lalu Pangkat Ali, Bag.28

Deddy menatap Papa. Kemudian menganggukkan kepalanya. Tapi kemana dia akan mencari Larasati? Dimanakah pula sekarang Larasati berada? Kenapa dia pergi dari rumah? Masih banyak pertanyaan lain yang bermunculan seketika dan tak dapat diselesaikan.

Pada kisah lain, di rumah kecil terjadi percakapan. Rumah kecil yang letaknya agak terpisak dari rumah-rumah lain. Rumah itu berdiri bagaikan mercusuar di tengah lautan yang luas. Ya, rumah kecil itu memng berdiri ditanah yang luas. Disekelilingnya,yang ada hanya petak-petak pertanian yang baru habis selesai dipanen.

Rumah yang berdinidng papan itu tampak indah, karena terawatt dengan baik. Di halamannya yang luas itu ditumbuhi tumbuhan kecil. Rumah yang nyaman dan tenang. Itu sebabnya Larasati memilih tempat itu sebagai tujuan kepergiannya dari rumah beberapa hari yang lalu.

“Sekarang nenek sudah sembuh, Laras. Mengapa kamu belum pulang juga? Bagaimana dengan Papa dan Mama? Mereka pasti sudah menunggumu, Laras. Bagaimana pula dengan pekerjaanmju?” terdengar suara laki-laki.

“Aku ingin tinggal selamanya di sini, kek.”

Kakek tertawa terkekeh-kekeh. Bahunya berguncang, karena tawanya yang berderai itu.

“Kakek dan nenek tidak keberatan kamu tinggal di sini”, kata nenek mendahului kakek.

“Senang sekali malah. Tetapi kamu harus memberitahukannya terlebih dahulu pada Papa dan Mama. Kalau mereka setuju, kami akan membuka pintu untukmu, cucuku yang manis.”

“Benar kata nenekmu, Laras,” sambut Kakek.

“Kamu boleh tinggal di sini sampai kapanpun, asal itu dengan sepengetahuan Papa dan Mama. Kalau tanpa izin, mereka tentu akan menyalahkan kami. Kamu senang kalau Papa dan Mama marah-marah pada kami? Kamu kan tahu adat Mama dan papamu itu. Kalau sudah marah, kamipun sulit menerangkannya”.

“Lagi pula untuk apa kamu ingin tinggal di sini, Laras?” Tanya nenek melanjutkan.

 

Baca Juga :


“Ini kampung, Laras. Aneh kalau orang dari kota ingin tinggal di desa. Biasanya, malah orang desa yang berlomba-lomba ingin tinggal di kota. Entah mau jadi apa dia di sana. Orang desa tidak peduli, yang penting tinggal di kota. Eh, kamu malah jauh-jauh dating dari kota ingin tinggal di desa. Edan! Dunia benar-benar sudah gila!”

“Apa yang kamu inginkan di sini, cucukku?” lanjut kakek dan nenek, sepertinya sedang berlomba menasihati cucu mereka. Mereka sama seklai tidakmemberi kesempatan kepada Larasati untuk berbicara sepatah katapun.

“Mau jadi petani? Apa tidak takut kulitmu yang halus itu menjadi kotor?”

“Bagaimana dengan Mas Alexmu itu?,” susul nenek lagi.

“Katanya, kalian akan segera menikah. Kok kamu malah pergi dari rumah? Pulanglah dan menikahlah. Setelah itu kalau memang kamu mau, kalian bisa dating kesini bermain-main. Kami juga ingin berkenalan dengan cucu mantu kami. Iya kan Laras?”

“Iya. Kamu itu payah, Laras. Mestinya kamu itu mengajak Mas Alex ke sini,” sambut kakek.

Perlombaan menasihati Larasati selesai. Kakek dan Nenek kemudian menutup mulut. Merrka menghela napas dengan susah payah. Sudah terlalu tua, bicara agak panjang memang cukup melelahkan. Larasati menatap kedua orang tua itu penuh kasihan. Tetapi dia juga terharu, karena Kakek dan Nenek begitu memperhatikannya. Mereka berdua mau berusaha payah hanya untuk menasihati dirinya. Oh Tuhan, betapa bersyukurnya aku, karena Kau berikan orang tua yang baik hati, keluh Larasati.

Tak tahu apa yang harus dikataknnya sekarang. Ia merasa tidak tega kalau harus menolak semua nasihat itu. Kalau ia berkeras dengan keputusannya, pastilah Kakek dan Nenen akan kecewa. Larasati tidak ingin mengecewakakn kakek dan Nenek. Tetapi, pulang ke rumah untuk apa? Untuk menyakiti diri sendiri? Ah, tidak! Aku tidak akan kembali ke rumah, apapun yangakan terjadi, pikirnya lagi. (bersambung)

 



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan