logoblog

Cari

Tutup Iklan

Anak Anjing

Anak Anjing

Orang-orang di kampungku memanggilku dengan panggilan “anak anjing”. Bukan! Bukan karena kedua orang tuaku adalah anjing. Meski mereka bahkan terkadang tak

Cerpen

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
30 November, 2017 08:00:17
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 2502 Kali

Orang-orang di kampungku memanggilku dengan panggilan “anak anjing”. Bukan! Bukan karena kedua orang tuaku adalah anjing. Meski mereka bahkan terkadang tak mampu menyediakan makanan yang layak untukku dan adik-adikku, tapi sungguh mereka adalah orang tua yang baik budi pekertinya. Bukan pula karena rupaku yang mirip anjing sehingga nama panggilan itu melekat padaku. Aku tak yakin, tapi setidaknya tidak hanya cermin yang berkata aku cukup rupawan untuk dikatakan mirip anjing.

 

“Jangan!!! Anjing itu bisa mati!”

 

Ini sudah 20 tahun setelah kejadian itu tapi aku seakan masih bisa mendengar teriakan cemprengku di tengah hujan lebat saat itu, yang bahkan tidak membuat anak-anak itu—yang dulunya ku anggap “teman”__ beranjak sedikitpun dari tempatnya, masih dengan batu di genggaman mereka masing-masing. Sementara anjing kampung dengan kaki hampir putus dan koreng dimana-mana itu beringsut menggelung di sisi undakan batu. Matanya takut-takut berkedip. Lemah. Seakan melihat izrail disetiap kedipannya. Aku menggigil. Darahnya, luka-lukanya… dinginnya air hujan itu saja sudah  membuat tulang ngilu luar biasa.

 

“Jangan dibunuh!!” Teriakku lagi.

 

“Dia nakjis!”

Air liurnya, bukan dia!!!

 

“Kotor!”

Kalian juga!! Lihatlah lumpur-lumpur di badan kalian!! Kita!! Kita juga terkadang kotor!!

 

 

Baca Juga :


“Bau!!”

 

“Jelek!!”

 

“Nakjis!!”

 

“LEMPAR!!!”

 

“JANGAN!!!”
 

Ini sudah 20 tahun sejak kejadian itu, tapi aku masih dapat mengingat dengan jelas bagaimana kemudian saat itu aku mendorong salah satu anak yang memiliki batu di tangannya hingga kepalanya dijahit tujuh jahitan dan diopname di rumah sakit kota. Aku juga masih mengingat dengan jelas bagaimana kemudian orang tuanya__ya! Si anak itu__ Datang dengan mata yang begitu menakutkan, menunjuk-nunjukku, menyalahkanku, mengatakan aku anak anjing dan kemudian menyumpahi kedua orang tuaku. Saat itu aku masih delapan tahun dan itu sudah cukup membuatku mengerti bagaimana rasanya sakit hati itu.

 



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan