logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pelangi Di Langit Kota Praya, Bag.31

Pelangi Di Langit Kota Praya, Bag.31

Cerbung: Lalu Pangkat Ali, Bag.31 Semenjak Larasati pulang dan bersatu kembali bersama Papa, Mama, Deddy dan Tina, lambat laun keceriaan dan

Cerpen

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
13 Desember, 2017 10:01:14
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 2769 Kali

Cerbung: Lalu Pangkat Ali, Bag.31

Semenjak Larasati pulang dan bersatu kembali bersama Papa, Mama, Deddy dan Tina, lambat laun keceriaan dan kebahagiaan keluarganya betapa Larasati dirasakannya bersemi. Sepertinya keluarga itu tidak pernah menyimpan nanah di dalamnya. Tapi bagaimana dengan Alex? Alex masih menyimpan perasaan lain jika bergaul kembali dengan Larasati?. Bagaimana tidak demikian, karena Larasati masih bersikap apatis terhadap Siska. Larasati masih tetap menganggap Siska sebagai batu sandung dalam hubungannya dengan Alex.

“Kalau saya sudah merencanakan pernikahan denganmu, berarti saya telah menempatkan Siska pada posisi yang lain denganmu, Laras.” Kata Alex membuka pembicaraan pada suatu ketika. Suaranya pelan. Cukup untuk menyadarkan Larasati.

“Kalau terus menerus kamu menuduhku tanpa bukti yang jelas, dan terus menerus memojokkan Siska, apa jadinya kelangsungan hidup rumah tangga kita nanti:, lanjutnya kemudian.

Larasati hanya menundukkan kepalanya. Kewanitaannya kini seperti telah hilang begitu saja.

“Untuk lebih meyakini kamu, aku akan mengajakmu bicara bertiga, aku, kamu, dan Siska”

Larasati terkejut, “untuk apa?”

“Kalau sekarang mengatakannya kan nanti tidak surprise,” Alex berkata datar. Ya, memang Alex harus mencari jalan keluar yang baik. Dan pertemuan yang direncanakan itulah yang amat tepat untuk mencari alternatif penyelesaian masalahnya yang dirasakan amat pelik itu. Ya, harus begitu!

Besoknya pada suatu sore, mereka bertiga berangkat. Tujuannya adalah Pantai Kute. Pantai yang kata semua orang sebagai tempat wisata di daerah ini. Dan bagi mereka, tempat itulah yang dirasakan tempat yang baik untuk membicarakan dan menyelesaikan persoalannya. Sebenarnya, di Lombok ini, cukup banyak pantai-pantai yang lain, tetapi Alex tidak tahu kenapa harus pantai Kute yang dipilihnya.

 

Baca Juga :


Mereka bertiga melintasi pohon-pohon ketapang yang rindang. Ajakan ini sebenarnya menjengkelkan Larasati, apalagi sekarang berada di dekat Siska.

“Nah, saya ingin berbicara dengan kalian berdua,” kata Alex ketika mereka duduk ditempat yang agak jauh dari pengunjung. Suaranya agak keras sehingga tak sepatah katapun yang dapat ditelan oleh deburan ombak yang menderu menyaksikan pertemuannya. Larasati memperhatikannya sungguh-sungguh, sedang Siska tetap menunduk. Matanya tak kuat lagi menatap sorotan menyelidik dari Larasati. Gadis itu memang masih ingat akan kata-kata Siska melalui telefon beberapa bulan yang lalu.

“Pembicaraan ini terbuka, jujur dan serius. Dari sinilah segala langkah akan menjadi jelas,” Alex berkatategas. Larasati dan Siska memandang dengan penuh keheranan.

“Saya berbicara dengan dua orang gadis yang sudah dewasa. Karena itu nalar harus dipergunakan ketimbang perasaan.”

“Ngomong apa sih, berbelit-belit! Yang jelas dong!” Larasati membentak dan Siska kaget. Ia menatap Larasati sekilas. Gadis itu begitu keras, malahan menakutkan.

“Begini. Siska……” Alex menarik napas dalam-dalam. “Larasati dan saya, sudah merencanakan akan pernikahan sebulan lagi di rumah Larasati”.

Sejuta halilintar seakan menyambar jidat Siska tanpa henti. Kawin? Mas Alex dan Larasati akan menikah sebulan lagi? Apakah perkawinan mereka karena kecelakaan? Apakah Larasati telah hamil sehingga mereka buru-buru meresmikan perkawinannya? Oh, Siska merasakan kepalanya pusing. Tak kuat lagi menerima segala pengakuan Alex yang amat jujur itu. Meski ia tahu sejak dulu, suatusaat, cepat ataulambat perkawinan itu akan terjadi pada diri Alex. Rasanya Alex tidak ingin menjadi milik orang lain. Siska memang diam-diam mencintai Alex juga, sekaligus tak ingin Alex akan mentelantarkan tanggungan biaya hidupnya dan anak-anaknya. Siska memejamkan matanya. (bersambung)



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

Komentar Terbanyak

 

image
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan