logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pelangi di Langit Kota Praya, Bag.32 (Tamat)

Pelangi di Langit Kota Praya, Bag.32 (Tamat)

Cerbung: Lalu Pangkat Ali, Bag.32 (Tamat) “Karena itu Larasati, kamu harus tahu dimana posisi Siska terhadap saya. Dimanapun saya berada atau

Cerpen

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
19 Desember, 2017 12:38:23
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 7275 Kali

Cerbung: Lalu Pangkat Ali, Bag.32 (Tamat)

“Karena itu Larasati, kamu harus tahu dimana posisi Siska terhadap saya. Dimanapun saya berada atau Papa dan Mama berada, Siska harus ada. Karena dia telah mendapat tanggungan dariku untuknya dan kedua anaknya. Kecuali Siska akan menikah nanti, segala biaya dan tanggungan bukan menjadi tanggung jawabku lagi. Dan kami harus berpisah. Saya ingin menyatakan ini semua secara terbuka pada kalian berdua, sehingga masing-masing tahu posisinya dalam rumah dan keluarga nanti” Alex berkata tegas. Larasati dan Siska berpandangan. Tampaknya kedua wanita itu mulai menyadari apa yang dikatakan Alex barusan.

“Saya perlu menyatakan semua ini, sehingga tidak ada saling curiga. Saya tinggalkan Jakarta dan keluarga saya hanya untuk mencari ketenangan dan kedamaian. Itu berkali-kali saya katakan pada kalian berdua. Maka saya ingin memperolehnya di kota Praya ini, setelah gagal meraihnya di Jakarta. Kalau selama ini Larasati mencurigai dan mencemburui Siska, mulai sekarang simpanlah perasaan cemburu dan curiga itu untuk orang lain dan pada kesempatan yang lain. Bukan terhadap Siska. Dan kalau Siska selama ini, mungkin saja sedikit menaruh hati pada saya, maka Siska adalah saudara kandungku. Saya tidak ingin kehilangan salah satu diantara kalian berdua. Tidak! Sama sekali tidak ingin, kecuali kalau Siska menikah nanti. Karena itu, mulai sekarang Siska adalah saudara dari Larasati. Sedang kita punya ibu yang sebentar lagi datang dari Jakarta menyaksikan pernikahanku dengan Larasati”. Alex berkata lancar. Ia juga merasa heran, mengapa bisa berkata selancar itu, padahal ia tak mempersiapkan diri.

Larasati menatap Siska. Gadis itu kemudian bangkit dan merangkul Siska. Keduanya menangis. Alex menyaksikan kedua mahluk Tuhan itu sambil mencoba menghayati keragaman jiwa dan sikap manusia.

“Maafkan, maafkan saya, Siska….” Suara Larasati terisak, namun menyayat hati. Siskapun membalas merangkul Larasati. Keduanya sesaat menangis. Larasati berbalik, kemudian mencium pipi Alex. Siska juga.

 

Baca Juga :


“Maafkan saya, Mas. Saya telah banyak menyinggung perasaanmu,” Siska terisak dibahu Alex. Alex mengelus kedua rambut wanita yang bersandar didadanya. Kemudian keheningan dan kelengangan seketika ditelan deburan ombak yang terus berkejaran.

Sebulan kemudian, pernikahan yang direncanakan itu berlangsung ramai di rumah Larasati. Siska adalah orang yang paling bahagia. Ia menangis sejadi-jadinya memeluk Alex dan Larasati. Mereka bertiga menyaksikan munculnya bianglala yang ikut menyaksikan kebahagiaan mereka. Kedamaian dan ketenangan kini telah diraihnya. Cahaya lengkungan pelangi itupun muncul perlahan, menghias angkasa raya. Warnanya mulai berbinar dan membusur di langit yang maha luas. Tamat!



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan