logoblog

Cari

Tutup Iklan

Merangkulmu Dalam Jarak

Merangkulmu Dalam Jarak

Bila kemarin atau dulu Aku sering katakan kepadamu tentang orang-orang yang bahagia atau oarang-orang yang sukses meraih gemerlap hidup yang berlimpah

Cerpen

Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar
03 Januari, 2018 07:11:24
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 2304 Kali

Bila kemarin atau dulu Aku sering katakan kepadamu tentang orang-orang yang bahagia atau oarang-orang yang sukses meraih gemerlap hidup yang berlimpah harta dan benda, tentang jabatan dan popularitas sekarang ini aku ingin kabarkan kepadamu tentang mereka, tentang cinta dan kasih sayang antar mereka, tentang keyakinan dan i’tiqad serta prinsif hidup mereka. Ingin aku sampaikan kepadamu secara rinci tentang identitas mereka orang yang akan saya ceritakan itu namun aku sangat ingin untuk berhati-hati menjaga nama baik mereka maka aku mengungkapkan identitas mereka kepadamu dengan inisial saja.

Sebut saja (S U) dan teman hidupnya (I S) mudah-mudahan anda membacanya sebagai SUSIS, tentang keakraban mereka, mereka tidak lagi bisa diukur dengan satuan Kerabat, Karib, Teman dekat, Teman Intim, Bahkan Sehidup Semati tapi ini lebih dari itu, keakraban mereka menggunakan satuan alam gaib DUNIA AKHIRAT.

Aku ingin bercerita dari hal yang paling aku ingat tentang S U, melihat platform dan penampilannya, profesi dan kapabelitasnya, kamu tidaka akan pernah memiliki keyakinan untuk bahagia apalagi penghasilannya jauh dibawah standar rata-rata pendapatan perkapita negara Paling miskin didunia, kamu tahu sebabnya apa, karena konon ceritanya S U memiliki prinsif yang berbeda dari orang-orang sekampung yang tinggal bersamanya.

Berbeda dengan I S, aku mengatakan berbeda karena itu ciri yang paling lumrah dibuat oleh tuhan sebagai identitas makhluk-makhluknya yang super kreatif yang disebutnya sebagai Human People sebagai Manusia berpradaban, I S ingin kuceritakan sebagai seorang yang memiliki semangat dan cita-cita kuat, ingin kuceritakan sebagi seorang reformis, sebagai seorang insfirator, bukan hanya untuk dirinya namun paling besar tentu untuk S U, ini ceritaku.

Kawan, sahabat, teman, atau siapapun anda, sebelum aku menceritakan kisah mereka berdua terakhir aku berjumpa dengan mereka, kala itu mereka sedang duduk-duduk namun duduknya bukan seperti orang yang sering kamu lihat di warung-warung, tempat dzikiran atau tasyakkuran, posisinya sulit aku fahami sebab aku memang datang menjumpai mereka bukan untuk tujuan memahami cara duduknya namun tentang kisah dan sejarah cinta anatara mereka.

Sahabat,teman,dan kawanku... mengenai hubungan mereka yang sedikit berjarak bukan disebabkan perbedaan prinsif, nalar, dan cara pandang namun ini menyangkut maslahat, kebersamaan visi dan tujuan tentang tanggung jawab bersama yang butuh dengan persamaan poin of view atau semacam kesatuan gerak menggapai peradaban yang mensejah terakan.

Beda antara S U dan I S dalam bacaan yang pernah aku pelajari sudah diramal kitab kuno, setiap hari kubaca kupelajari kufahami, namun ini bukan narasi tentang orang pintar atau dukun peramal kitab-kitab kuno ini murni soal S U dan I S yang sekarang mulai berjarak karena prinsif dan persfektif yang masih belum di plenokan diruangan persidangan yang mereka sangat hormati.

 

Baca Juga :


S U dan I S sudah belasan tahun hidup bersama mengecap pahit getir makna dan perjuangan hidup, kehidupan yang keras memantapkan prinsif dan persfektif mereka dalam mengarungi bahtera hidup,memahami gerak ombak dan hembusan badai,berdamai dengan gemuruh,merajut bentuk dalam bayang kilatan petir dan halilintar menyebrang dalam bahtera demi tujuan mulia, begitulah keduanya, saling mengisi melengkapi,bahkan saling menambal sulam tak ada yang lebih baik atau lebih buruk karena hidup mengajarkan untuk faham dengan kekurangan.

Satu diantara banyak alasan antara S U dan I S , Demi cinta ada kekuatan lain saat alasan itu terucap seolah tak ada syak dihati, seakan tak ada yang tak pernah salah,tak ada yang selalu benar dan sebagainya, jujur S U dan I S tak sekali berdiri pada arah dan kiblat yang berbeda namu di tengah jalan mampu berjalan menuju satu tujuan atau mungkin pula saling merelakan dan mengorbankan kepentingan masing-masing.

Atas nama cinta atau demi cinta begitulah S U dan I S mengungkapkannya saat kuceritrakan kembali di hadapan anda semua, alangkah beruntungnya mereka berdua hidup dalam perbedaan dan mampu rukun demi tujuan bersama, apakah anda seperti itu

(Bersambung)



 
Chairil Anwar

Chairil Anwar

Menjadi tua adalah sebuah kebiasaan, sedangkan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, dari KMKrens untuk NTB yang berdaya saing. HP 087763256047

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

Komentar Terbanyak

 

image
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan