logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dalam Kata "Satariya Madayin" Ada Kisah

Dalam Kata

SATARIYA MADAYIN adalah dua kata yang digunakan sebagai nama pengguna di setia akum Media Sosial yang di kelola oleh salah seorang

Cerpen

SATARIYA MADAYIN
Oleh SATARIYA MADAYIN
11 Oktober, 2018 19:38:39
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 1020 Kali

SATARIYA MADAYIN adalah dua kata yang digunakan sebagai nama pengguna di setia akum Media Sosial yang di kelola oleh salah seorang warga Desa Madayin Kecamatan Sambeli Kabupaten Lombok Timur.

Adapun kata SATARIYA sendiri adalah nama aslinya, ia lahir di Gondang pada tanggal 31-12-1991, dan gondang sendiri adalah nama salah satu Desa di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.

Sejak berumur tiga bulan SATARIYA di bawa Transmigrasi oleh kedua orang tuanya ke Desa Madayin yaitu Desa yang dulunya dinamakan Desa Obel-Obel. Hingga seiring waktu Desa Obel-Obel pun di mekarkan pada tahun 2012 menjadi dua Desa yaitu Desa Madayin dan Desa Obel-Obel.

SATARIYA didik dan di asuh bersama dengan adik-adiknya di sebuah gubuk kecil, di "Jurang Bebaik, Lokok Kuang" yaitu salah satu wilayah di Desa Madayin. Kata "Lokok" sendiri dalam Bahasa Indonesia Berarti Kali/Sungai selanjutnya kata "Kuang" dalam Bahasa Indonesia bila kata "Kuang" dirubah menjadi "Mengkuang" berarti "Aktifitas Berendam di Genangan Lumpur Yang Kotor". Pada masa itu Lokok Kuang dijadikan sebagai tempan warga sekitar untuk memperoleh air bersih walaupun lokasinya lumayan jauh dari permukiman yaitu berjarak sekitar 500 meter ke selatan dari pantai. Selain kata Lokok kuang Kata "Bebaik" perarti sejenis mahluk dedemit kecil/tuyul

Setelah berumur 6 tahun SATARIYA dan keluarganya pindah rumah menuju sebuah pemukiman/kampung yang pada masa itu dinamakan "Ii GERES" atau dalam bahasa Indonesia berati "Wah Pasir". Karena dalam bahasa sasak lombok kata "Ii" menunjukkan expresi seseorang yang merasa heran karena adanya pasir di daerah itu.

Pada masa itu Desa Madayin masih sangat sepi, masih menjadi hutan semak belukar, yang ditumbuhi berbagai macam kayu hutan, ilalah, serta banyak rumput sejnis ilalang yang buahnya berjarum layaknya duri, hingga membuat siapapun yang lewat atau menyentuhnya akan ditancapi Dirinya. Selain rumput yang berduri, masih banyak lagi kayu ataupun tumbuhan menjalar berduri yang perlu di waspadai.

 

Baca Juga :


Pada akhirnya sekarang Permukiman Ii Geres di rubah namanya menjadi "Pres Ban" yang artinya "Kompres Ban", karena pada masa itu hanya di kampung Ii Geres saja berada seorang montir yang kesehariannya memperbaiki berbagai macam kendaraan mulai dari sepeda Dayung hingga Mobil Roda Empat.

Selanjutnya seiring perkembangan Zaman, Desa Obel-Obel yang telah dimekarkan Menjadi Dua Desa, Kampung Pres Ban pun di rubah lagi namanya menjadi "Mekar Sari".

Maaf Ya, Karena Cerita Ini Belum Selesai, tapi nanti akan saya sambung lagi.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan