logoblog

Cari

Tutup Iklan

Gabuba (Gardu Bujang Baru)

Gabuba (Gardu Bujang Baru)

Lalu malam menjadi dingin setelah angin kencang menerpa-nerpa sore tadi. Entah ini disebut gejala alam seperti apa dalam kamus geograpi atau

Cerpen

Wahyu Azis Faradi / WAZIDI
Oleh Wahyu Azis Faradi / WAZIDI
09 November, 2018 01:47:45
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 833 Kali

Lalu malam menjadi dingin setelah angin kencang menerpa-nerpa sore tadi. Entah ini disebut gejala alam seperti apa dalam kamus geograpi atau geofisika, yang jelas bagi Munzir gejala alam semacam ini membuatnya begitu malas untuk keluar rumah.
Admar dan Ameng sudah menunggu di Base Camp Gardu Bujang baru, tempat biasa mereka bertemu dan kumpul-kumpul di kala malam. Tempat mereka kumpul itu disingkat GABUBA ( Gardu Bujang Baru ). Di gabuba, sering kali mereka merumuskan hal-hal yang mereka hendak lakukan untuk mengisi malam yang terkadang penuh dengan rasa sepi di alam pedesaan. Di Gabuba, hal yang paling rutin mereka lakukan adalah bermain kartu sampai kantuk melanda lalu tidur dan besok paginya masuk sekolah dengan rasa kantuk dan ogah-ogahan.
Coba WA Munzir, kenapa kok dia belum nongol-nongol, pinta Amenk ke Admar.
Admar langsung mengeluarkan smartphone buatan dalam negeri dari celana jeans pendeknya lalu menulis, " ayo ke base camp, Zir !".
"sorry, sy lagi males keluar ini, bro!"
"wah, km kok gitu, dong siapa teman kita main ini ?"
" sorry aja bro, besok malam saja mainnya "
Munzir tidak aka ke GaBuba malam ini, dan ini membuat Ameng dan Admar menjadi marah.
" sialan si munzir itu, ah egois sekali" cetus Amenk.
" iya anak ini, gaya sekali pakai sedang males keluat ", Admar menimpali.
" Oke kalau gitu, Mar.gini saja besok malam kita ndak usah ajak si Munzir ini main, biar tau rasa dia".
" setuju saya meng, anak in memang perlu diberi pelajaran !".
Dan malam itu seperti biasa GABUBA selalu menjadi tempat yang baik bagi bujang-bujang baru itu untuk merumuskan segala hal dalam melewati sepinya kehidupan malam alam pedesaan.Termasuk merumuskan rencana untuk memberi pelajaran kepada Munzir.

demikianlah....
# wazidi

#kejoratimur

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan