logoblog

Cari

Keinginan Tetap Menjadi Keinginan

Keinginan Tetap Menjadi Keinginan

Keinginan Tetap Menjadi Keinginan   Sore dengan cepatnya menggantikan siang. Matahari pun menurunkan posisinya. Jam menunjukkan pukul 14.45 WITA. Hari itu

Cerpen

Indah Komala Dewi
Oleh Indah Komala Dewi
11 November, 2018 06:34:14
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 5253 Kali

Keinginan Tetap Menjadi Keinginan

Sore dengan cepatnya menggantikan siang. Matahari pun menurunkan posisinya. Jam menunjukkan pukul 14.45 WITA. Hari itu hari Sabtu, jadwal kumpul rutin salah satu organisasi di bidang anak yang aku ikuti. Penat dan letih usai sekolah hilang dengan cepatnya. Cerahnya siang menjelang sore menemani langkahku untuk kumpul rutin. Bertemu dengan teman-teman organisasi telah aku bayangkan keseruannya.

Assalmu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Oke teman-teman, jadi besok kita akan mengadakan trauma healing di daerah Sembalun. Kita disana akan menghibur adek-adek kita yang menjadi korban gempa Lombok. Kita akan membagi kebahagiaan kita kepada mereka. Oleh karena itu saya selaku ketua mengharap kesempatan teman-teman untuk hadir besok” tutur seorang laki-laki dengan badan cukup tinggi dan terlihat pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Jiwa kepemimpinan telah melekat dalam dirinya. Ya, dia adalah Kak Yogi, ketua dari organisasi yang aku ikuti.

“Alhhamdulillah, kita di Selong masih diberikan keselamatan dari gempa, masih diberikan kesehatan, bahkan kemampuan untuk menghibur anak-anak di daerah Sembalun sana yang terkena gempa bumi. Aku harus ikut untuk menjadi relawan di sana” spontan kata-kata itu terlintas di pikiranku.

Waktu berputar dengan cepatnya. Di akhir pertemuan kak Yogi pun membagikan sebuah surat izin kepada orang tua. Semangat menyertai raut wajahku yang akan menerima surat itu. Di pikiran sudah terbayang izin orang tuaku yang akan aku dapatkan. Surat pun sudah berada di tanganku. Acara kumpul rutin pun diakhiri oleh kak Yogi.

Bayangan kebahagiaan anak-anak Sembalun selalu menjadi isi pikiranku di jalan. Namun, ada satu hal yang menjadi kendalaku, yaitu izin orang tua. Entah apa yang membuat aku melupakan hal itu disaat kumpul tadi. Aku adalah seorang gadis yang sangat menyukai anak-anak. Aku ingin sekali menjadi seorang relawan. Namun, orang tuaku tidak pernah mengizinkanku untuk pergi. Di perjalanan aku memikirkan strategi yang akan aku lakukan untuk meminta izin pada kedua orang tuaku. Sayangnya aku tidak bisa memikirkan hal itu. Sejenak aku pun melupakannya.

Suara gerbang yang ku buka menjadi pertanda bahwa aku telah pulang. Namun, hanya suasana yang sepi menyambutku. Ya, tidak ada orang di rumah. Saat itu aku dan keluargaku tidur di teras karena gempa yang telah terjadi. Pikiranku masih dihiasi dengan permintaan izin yang akan aku lontarkan kepada kedua orang tuaku. Hal itu membuatku bingung. Akupun memutuskan untuk mmengambil air wudhu’ dan melaksankan sholat maghrib. Usai sholat, selalu ku sempatkan diri untuk meminta kepada yang Maha Kuasa. Dalam doa, air mataku pun berjatuhan hanya karena memikirkan izin orang tuaku.

“Ya Allah Yang Maha Kuasa, engkaulah Yang Maha Mengabulkan doa, engkaulah yang Maha Mengetahui segalanya. Aku ingin menjadi seorang relawan, tapi aku takut untuk memberitahukan hal itu pada orang tuaku. Aku yakin engkau Maha Mengetahu segalanya, jadi aku hanya meminta satu hal kepadamu. Jika hal yang akan ku lakukan ini membuatku lebih baik dan membuat orang lain bahagia, berikanlah orang tuaku kesadaran untuk memberikan izin kepadaku. Namun, jika hal yang akan ku lakukan tidak lebih baik dari aku sekarang dan menyebabkan tidak ada kebahagiaan pada orang lain, aku akan menerimanya dengan ikhlas. Robbana Aatina Fiddunya Hasanah Wafil Aakhiroti Hasanah Waqinaa ‘Azaabannar” doaku kepada Allah Yang Maha Mengabulkan Doa lagi Maha Mengetahui.

Tak lama kemudian, orang tuaku pun pulang dan diikuti oleh kepulangan kakakku. Aku hanya duduk seperti biasanya, seakan tidak ada hal yang igin ku sampaikan. Aku masih menunggu waktu yang tepat dengan diam di tempat, termenung memikirkan izin orang tua.

Beberapa menit kemudian, aku memberanikan diri untuk meminta izin.

“Ma, ada undangan nih dari organisasiku” ucapku perlahan.

“Undangan buat apa?”tanya Ibuku balik kepadaku. Ibuku adalah sosok wanita yang sangat lembut dan juga senang terhadap anak-anak. Dia pandai sekali mengambil hati anak-anak. Ia juga bekerja di bidang yang mengurusi perihal anak-anak. Di pikiranku, Ibuku akan memberikanku izin.

“Besok ada acara trauma healing di Sembalun, aku mau ikut, boleh?” jelasku dengan lembut.

“Jangan!” ucap seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan suara yang tinggi membuatku sedih dan sedikit kesal. Dia adalah Bapakku, seorang laki-laki yang sangat khawatir dengan anak perempuannya. Dia selalu melarangku untuk ikut banyak organisasi yang sangat membuatku sibuk. Dia hanya ingin aku menjadi perempuan yang maju di sekolah. Namun, aku sadar jika aku hanya maju di sekolah, maka itu tidak akan banyak menghasilkan sebuah prestasi. Di dalam diriku aku percaya bahwa, pengalaman adalah guru terbaik. Tetapi, tidak sama dengan apa yang orang tuaku percaya.

“Sembalun jauh, nanti kalo ada gempa gimana?” lanjut Bapakku dengan nada yang selalu membuatku ingin menangis.

“Kita disini juga kena gempa, kita juga butuh trauma healing, jadi ngapain kita kasi orang trauma healing kalo kita juga butuh” tambah Ibuku. Sebuah kalimat yang dilontarkan oleh seorang wanita lembut, penyayang anak-anak, yang sangat membuatku sedih dan kesal.

“Kamu juga perempuan, jangan terlalu sering keluar! Tidak baik” saran Bapakku, tetapi sangat susah bagiku untuk menerimanya.

 

Baca Juga :


Aku tidak berbicara apapun, karena disaat ak diberikan masukan aku hanya terdiam. Namun, dalam hatiku aku selalu meluapkan apa yang ingin aku katakan pada orang tuaku.keinginanku untuk belajar menjadi seorang relawan dan seseorang yang akan mengembalikan senyuman anak-anak terhenti.

“Maafkan aku adek-adek yang mungil yang aku pun belum pernah melihat wajah bahagia kalian” ucapku di dalam hati kecilku sambil merobek surat undangan.

 

IDENTITAS

 

Nama : Indah Komala Dewi

TTL : Selong, 18 Mei 2002

Alamat : Selong, Lombok Timur

Asal Sekolah : MAN 1 Lombok Timur

Instagram : indahkomala18

Facebook : Indah Komala Dewi

Whatsapp : 081917719254

No. Hp : 081946779350

E-mail : indahdewi1805@gmail.com

 



 
Indah Komala Dewi

Indah Komala Dewi

Nama saya adalah Indah Komala Dewi. Saya lahir pada 18 Mei 2002. Melalui kampung media ini saya ingin berbagi tulisan saya yang sekiranya akan bermanfaat bagi orang banyak

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

Artikel Populer

Komentar Terbanyak

 

image

Tipi Kampung

 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan