logoblog

Cari

Meraih Prestasi Menjaga Budaya

Meraih Prestasi Menjaga Budaya

Berawal dari pelajaran ekstra kurikuler di sekolah, saya mengenal latihan seni beladiri Pencak Silat.Tepatnya di salah satu SMK Kabupaten Gresik, Jawa

Cerpen

Abu Jihad
Oleh Abu Jihad
05 Februari, 2019 23:38:21
Cerpen
Komentar: 1
Dibaca: 4199 Kali

Berawal dari pelajaran ekstra kurikuler di sekolah, saya mengenal latihan seni beladiri Pencak Silat.Tepatnya di salah satu SMK Kabupaten Gresik, Jawa Timur.Seorang pelatih Pencak Silat memperkenalkan kepada kami olahraga beladiri itu.Tapi kami bukan hanya sekedar latihan, kamipun mendapat pengetahuan tentang sejarah Pencak Silat.Kami juga mengetahui kalau Pencak Silat adalah budaya asli Indonesia.Yang secara turun-temurun diwariskan oleh nenek moyang kita.Ini merupakan rasa bangga yang sangat luar biasa.Karena saya merasa turut memiliki dan melestarikan budaya Indonesia.Hal Inilah yang membuat saya cinta pada seni beladiri Pencak Silat.

Dari Pencak Silat saya belajar tentang banyak hal.Seperti kedisiplinan, kerja keras, toleransi, sportifitas, taat, dan masih banyak lagi.Semua itu membentuk karakter saya menjadi lebih baik.Selain itu selama saya mengikuti latihan Pencak Silat, saya jadi memiliki wawasan yang luas.Bertambah teman dan saudara di berbagai daerah.Pencak silat pula yang telah mengantarkan saya meraih berbagai prestasi.Mulai dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Propinsi.

Dibalik prestasi yang telah saya raih, banyak cerita yang luar biasa.Yang menjadi pelajaran penting bagi diri saya sendiri.Saya sadar bahwa untuk meraih juara itu tidaklah mudah.Butuh usaha lebih dan penuh dengan pengorbanan.Waktu, tenaga, fikiran, dan masih banyak lagi.Proses yang baik akan memberikan hasil yang baik pula.

Pelajaran penting itu adalah bagaimana saya melawan diri saya sendiri.Bagaimana meredam ego dan mengontrol emosi, Melawan rasa takut, serta bagaimana saya harus berjuang untuk bangkit saat saya terjatuh.Terus belajar dan mencobanya lagi dan lagi.Semua itu membuat saya mampu untuk meraih hasil yang sangat baik.

Setelah lulus dari SMK, saya dipercaya membantu Pelatih untuk melatih siswa-siswa baru di beberapa sekolah.Alhamdulillah siswa-siswa yang saya latih juga mampu memberikan prestasi.Bahkan banyak yang prestasinya lebih baik dari saya.

Beberapa tahun kemudian saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah.Selain karena permintaan orang tua, saya juga merasa perlu untuk menambah ilmu pengetahuan saya di bidang Olahraga.Karena saya merasa pengetahuan yang saya miliki masih sangat sedikit.Tentu dengan tujuan agar mampu mengembangan Pencak Silat.

Pada bulan Agustus tahun 2018 saya mendaftar kuliah di Universitas Nahdlatul Ulama NTB.Saya mengambil jurusan pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi (Penjaskesrek).sesuai dengan jurusan yang saya inginkan.

Setelah beberapa minggu mengikuti aktifitas perkuliahan, saya mulai bergaul dan beradaptasi dengan lingkungan kampus.Dan belajar mengenal ragam karakter, serta latar belakang sosial budaya teman-teman mahasiswa.Namun di sela pergaulan itu, saya mencoba mengajak mereka untuk berdiskusi tentang dunia olahraga, yaitu khususnya olahraga beladiri termasuk Pencak Silat.Dari Bahasa tubuh, mereka tampak respek.Saya bertutur tentang pentingnya latihan beladiri Pencak Silat dalam hidup kita.Baik dalam kaitanya dengan kesehatan tubuh, maupun dalam membentuk rasa kepercayaan diri, sebagai ajang silaturahmi, mengembangkan budaya asli Indonesia, serta dapat mengantarkan diri sebagai sosok untuk meraih prestasi.

Atas respek teman-teman di kampus, saya mengajak mereka untuk mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat di kampus Universitas Nahdlatul Ulama’ NTB.Dengan tujuan sebagai wadah bagi mereka yang sehobi dengan saya bisa aktif berlatih dan menyalurkan hobi.Selain itu mereka nantinya dapat mentransformasikan Pencak Silat kepada masyarakat luas untuk generasi selanjutnya.

Setelah menyebarkan Informasi tentang UKM Pencak Silat, banyak yang ingin bergabung.Tidak hanya mahasiswa UNU NTB yang mendaftar.Banyak juga dari mahasiswa dari beberapa Uninersitas lain.Yaitu antara lain Mahasiswa UNRAM, UIN, UT, dan ada juga yang sudah bekerja.Kami sangat terbuka untuk siapa saja yang ingin mengikuti UKM Pencak Silat.

Melihat antusias yang mendaftar, saya mengatur  jadwal untuk segera memulai latihan.Kami latihan setiap hari jumat dan hari minggu.Baru beberapa kali pertemuan, kami mendapat info kejuaraan Pencak Silat antar Mahasiswa di Surabaya.tepatnya di UNESA (Universitas Negeri Surabaya).

Saya segera memberitahukan kepada teman-teman di UKM Pencak Silat tentang kejuaraan tersebut.Namun karena masih banyak yang belum siap, hanya ada 3 orang yang bersedia.Sehingga kami memutuskan untuk berangkat 3 orang saja.

Kejuaraan itu berlangsung pada tanggal 26-30 desember 2018.Oleh karena itu, kami hanya memiliki waktu kurang dari 1 bulan untuk persiapan.Tapi kami tidak kehilangan akal.Kami membuat jadwal latihan tambahan.Yaitu setiap hari.Baik di malam hari maupun siang hari.Hanya saja kami kekurangan perlengkapan latihan.Sehingga kami latihan dengan perlengkapan seadanya.Itu tidak sedikitpun mengurangi semangat kami untuk terus berlatih.Bahkan kami semakin semangat kerena banyak dukungan dari Dosen dan teman-teman di UKM Pencak Silat.

Sekitar sebulan kami latihan secara rutin, akhirnya mimpi kami untuk mengikuti kejuaraan terwujud. Saya bersama kedua teman saya berangkat ke Surabaya mengikuti kejuaraan Pencak Silat antar mahasiswa.Ada sekitar 900 Atlet se-Indonesia yang ikut pada kejuaraan Pencak Silat adalah perwakilan dari berbagai perguruan tinggi.

Saya turun di kelas B dewas putra.Dengan jumlah peserta di kelas B mencapai 53 Atlet.Selama saya mengikuti kejuaraan Pencak Silat baru kali ini saya berada di kelas yang jumlah pesertanya sangat banyak.Untuk mencapai juara satu,maka saya harus bertanding dan menang sebanyak 6 kali.Ini menjadi sebuah tantangan yang cukup berat bagi saya.Belum lagi kejuaraan hanya berlangsung selama 4 hari.Maka dalam satu hari bisa bertanding satu kali sampai tiga kali.

Agar saya dapat bermain dengan baik.Saya hanya fokus pada satu persatu pertandingan.Tampa harus memikirkan berapa jumlah peserta di kelas saya dan berapa kali saya harus bertanding.

Hari pertama tidak ada jadwal pertandingan saya.Saya bertanding di hari kedua melawan Pesilat dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM).Ini adalah pertandingan penyisihan pertama.Alhamdulillah saya berhasil memenangkan pertandingan.Dengan tidak memforsir tenaga dan menghindari cedera sebisa mungkin adalah strategi saya.Agar di pertandingan selanjutnya saya tetap bermain dengan baik.

Di hari ketiga saya tanding dua kali.Yang pertama saya melawan Pesilat dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS).Pertandingan kedua saya melawan Pesilat dari Ponpes jagad alimussir.Alhamdulillah keduanya berhasil saya menangkan sehingga saya lolos hari ke tiga.

Namun keadaan tidak lagi seperti kemarin.Setiap lawan yang saya hadapi tentu semakin berat.Dengan permainan yang berbeda-beda pula.Cederapun tak terhindarkan.Badan terasa nyeri dan sakit akibat benturan dari serangan lawan.

Karena keesokan harinya harus bertanding lagi.Maka saya harus memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin.Mengobati nyeri dan rasa sakit di tubuh sebisa mungkin agar cepat pulih.

Tibalah di hari ke empat.Ini adalah hari terakhir.Dan masih menyisahkan tiga pertandingan lagi jika ingin meraih juara satu.

Pagi setelah sarapan kemudian saya bergegas melakukan pemanasan.Karena saya harus tanding di jadwal sesi pagi.Pertandingan kali ini adalah penyisihan terakhir.Jika menang maka saya akan lolos ke semi final dan mengamankan posisi ke tiga.Namun jika kalah, maka kemenangan-kemenangan yang telah saya raih kemarin akan terasa sia-sia.Saya akan pulang dengan tangan hampa.Keadaan ini membuat saya bermain lebih berhati-hati lagi dan kurang lepas.

Lawan saya kali ini adalah Pesilat dari Universitas Airlangga (UNAIR).Tentu lawan saya pun berharap bisa lolos ke babak semi final.Ini akan membuat dia tidak ingin kalah.

Saya bermain sangat berhati-hati di babak pertama.Nyaris tidak melakukan serangan seperti pada pertandingan sebelumnya.Kemudian di babak kedua saya mulai menemukan kelemahan dan melakukan serangan yang terus member saya poin.Saya mampu mengamankan poin hingga gong tanda pertandingan telah usai dibunyikan.Saya menang dan lolos ke semi final.

Saya sangat merasa lega karena beban sedikit sudah berkurang.Setidaknya saya telah mengamankan posisi ke-3.Karena pertandingan selanjutnya akan dilaksanakan pada sesi siang.Sehingga saya langsung beristirahat untuk memulihkan stamina dan tenaga saya.

Pertandingan sesi siang telah dimulai.Saya segera bersiap-siap.Ini adalah pertandingan semi final.Kepercayaan diri saya semakin meningkat setelah mengamankan posisi ke-3.

Lawan saya di semi final ini adalah Pesilat dari Tegalsari.Pertandingan sudah alot sejak babak pertama dimulai.Kami saling melontarkam serangan-serangan.Saling membalas.Saya mencoba sebisa mungkin untuk tidak memberi peluang lawan mendapatkan poin dengan mudah.sedikit saja kehilangan fokus akan berakibat fatal.Suara gemuruh suporter yang berisik membuat suasana menjadi lebih sulit untuk fokus.

Dengan segala kemampuan saya mencoba untuk mendapatkan poin dan berusaha keras untuk mengamankan poin.Gong pertandingan telah dibunyikan.Tanda pertandingan telah berakhir.Saya merasa legah karena perhitungan saya unggul.Namun itu belum pasti saya yang menang.Semua keputusan ada di tangan Juri.

Kami di panggil untuk mendengarkan keputusan juri.Tangan kami di pegang wasit di tengah Glanggang menghadap ketua pertandingan.jantung berdebar.Saya merunduk memejamkan mata.Dalam hati saya terus berdoa.

“Pada partai ini dimenangkan oleh pesilat dari suduuuut….”

Saya semakin memejamkan mata.Kemudian semua berubah menjadi legah saat wasit yang memimpin pertandian mengangkat tangan saya.Seketika itu saya langsung bersujud.Bersyukur karena saya bisa memenangkan pertandingan dan lolos ke partai puncak.

Tahap demi tahap telah saya lewati.kemenangan demi kemenangan telah mengantarkan saya ke partai puncak.Partai yang tentu diharapkan oleh banyak Pesilat yang mengikuti kejuaraan ini.Saya tidak berhenti bersyukur karena tidak semua mampu berdiri sampai di puncak final.

Meski badan lelah, nyeri, dan sakit hampir seluruh tubuh terasa sakit.Namun semua itu seakan menghilang begitu saja karena semangat yang tinggi untuk menatap partai final.

 

Baca Juga :


Pertandingan sesi malam telah di mulai.Ini adalah partai final.Tidak akan ada lagi pertandingan di esok hari.Tidak ada lagi perjuangan di esok hari di sini.Semua ditentukan di pertandingan malam ini.Menjadi yang terbaik atau berdiri satu tingkat lebih rendah.

Suasana yang berbeda saya rasakan kali ini.Seluru tribun penonton penuh sesak.Suara gemuruh dukungan dari suporter tidak henti dikumandangkan.teriakan, nyayian, serta suara-suara alat yang ditabuh menggumang seisi GOR.Tekanan menjadi berlipat ganda.

“Segera timbang badan.Partai ke 532.Kelas B Dewasa Putra.Antara Fauzi dari UNESA berhadapan dengan Abu Jihad dari UNU NTB.Segera timbang badan” kata Noser melalui pengeras suara.

Terdengar panggilan itu, saya segera mengambil perlengkapan pelindung.Bersalaman dengan teman-teman sebelum masuk ke arena pertandingan.

“Semangat Mas” kata salah seorang teman

“siap!” balas saya saya sambil mengepalkan tangan.

Dengan rasa percaya diri dan semangat yang tinggi saya melangkah masuk ke arena pertandingan.Setelah melakukan timbang badan.Segera saya memakai Bodyprotector dan pelindung lainya.

Seperti biasanya.saya terlebih dahulu berdoa sebelum memasuki Glanggang pertandingan.Saya percaya bahwa sehebat apapun Pesilat, tidak akan mampu menang tampa pertolongan dari Allah.Dengan saya berdoa kemudian mengusapkanya ke muka dan Bodyprotector saya.

“Sudut Biru” wasit memanggil

Saya berbalik dan memasuki Gelanggang untu memberikan penghormatan kepada wasit dan ketua pertandingan yang mengawasi jalanya pertandingan.Kemudian saya dan lawan saya di panggil untuk saling berjabat tangan dan saling memeriksa.Setelah wasit memberi pengarahan, kami mundur ke sudut masing-masing dan bersedia menunggu aba-aba dari wasit untuk bertarung.

“Bersedia…Mulai!!” teriak wasit

Saya melangkah mendekati lawan.kami saling berhadapan dan siap untuk saling menyerang.Saya mencoba untuk menunggu dan mencari kelemahan sang lawan.

Prak..tiba-tiba pukulan lawan mendarat di muka saya.

Wasit menghentikan pertandingan.

Saya terjatuh.Saya merasakan pusing di kepala dan tiba-tiba semua menjadi gelap.Suara gemuruh penonton kian nyaring terdengar dan menghilang.saya tak sadarkan diri.

Beberapa menit kemudian saya bisa membuka mata dan merasakan pusing di kepala belakang.samar-samar ku lihat team medis ada di sekeliling saya.Salah seorang dokter memeberikan bantuan oksigen dan mngkompres kepala belakang dengan bungkusan es batu.

Wasit mendekat ke Dokter yang sedang memeriksa saya.Kemudian Dokter memberikan keterangan kondisi saya kepada Wasit.

“UNFIT” kata Dokter kepada Wasit

“oke” kata Wasit

Sayapun ditandu keluar Glanggang untuk perawatan lebih lanjut.Terdengar samar-samar suara keputusan pertandingan.

“keputusan pemenang.Dikarenakan Pesilat dari sudut Merah melakukan pelanggaran dan Pesilat sudut Biru tidak dapat melanjutkan pertandingan.Maka pada partai ini dimenangkan oleh pesilat dari sudut Biru atas nama Abu Jihad dari UNU NTB”

Karena masih terasa sangat pusing.Kemudian saya tertidur.Hingga mungkin setelah berjam-jam tertidur, saya baru bisa tersadar kembali.Suara teman-teman yang sedang berbicara membangunkan saya.Dengan sedikit memaksakan diri untuk bangun, saya menyandarkan diri ke tembok.Teman-teman berkumpul mengelilingi saya.Sambil tersenyum, salah seorang teman menyodorkan medali Emas kepada saya.

“selamat yaa” katanya

Saya hanya tersenyum dan menerima medali tersebut.

“karena kamu belum juga sadar saat pembagian medali juara, maka saya wakilkan tadi untuk menerima medali” tambahnya

Tiba-tiba lawan saya tadi menghampiri dan memintak maaf atas kesalahan yang telah dilakukanya tadi.Setelah kami berjabat tangan, dia kemudian pergi.

Meskipun mendapatkan juara satu, namun ada rasa penyesalan dalam hati saya.Pertandingan itu adalah yang saya nanti-nantikan.Saya sangat berharap bisa bertarung hingga selesai.Namun keadaan berkata lain.

Saya menatap medali itu dan berkata dalam hati, “ini adalah awal yang baik untuk berjuang lebih keras lagi.Untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi”

Medali ini saya persembahkan untuk UNU NTB dan UKM Pencak Silat.Semoga medali ini menjadi motivasi bagi saya dan teman-teman saya yang tergabung di UKM Pencak Silat untuk terus berlatih dan berlatih.Saya yakin kami mampu meraih prestasi yang lebih baik lagi dan lebih banyak lagi kedepanya.

Saya bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada semua dosen dan teman-teman saya di UKM Pencak Silat UNU NTB yang telah mendukung saya.



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    07 Februari, 2019

    iJihad, ni kanal olah raga bukan cerpen


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan