logoblog

Cari

Gadis Kecil Di Taman

Gadis Kecil Di Taman

Mata coklat dengan surai hitam pendek menatap nya. ia mengabaikannya. Gadis itu menatapnya, bahkan ketika dirinya membalik setiap halaman bukunya. Dirinya

Cerpen

itta123
Oleh itta123
22 April, 2019 19:52:01
Cerpen
Komentar: 0
Dibaca: 5899 Kali

Mata coklat dengan surai hitam pendek menatap nya. ia mengabaikannya.

Gadis itu menatapnya, bahkan ketika dirinya membalik setiap halaman bukunya. Dirinya menghela nafas.

Apa tujuannya kesini ?

Oh ya, ibu nya menyuruhnya untuk bermain dengan anak seusia nya. Khawatir bahwa putrinya tidak akan pernah mendapatkan teman dan menjadi anti sosial, karena dirinya hanya berdiam diri dirumah dengan tumpukan buku di sekelilingnya.

....itu tidak normal untuk anak usia 6 tahun, bukan?

Dirinya tidak peduli.

Tapi ibunya peduli.

 Hanya untuk menenangkan kekhawatiran ibunya. disinilah dia, berada di taman yang dikelilingi oleh anak berbagai macam usia, dan jangan lupakan tentang ingus meler di hidung mereka.―Eww menjijikan.

Untunglah dirinya tidak lupa untuk membawa buku bacaan. sehingga terhindar dari kekacauan anak-anak. Lagipula cuaca hari ini sangat bagus. Angin sepoi sepoi menerpanya dan angin sejuk yang dibutuhkannya, lebih baik daripada mendengar omelan ibunya yang tak henti di rumah.

 Segara ia menemukan bangku taman di bawah pohon rindang dan duduk disana untuk membaca. Walaupun sedikit Melenceng dari tujuan awalnya untuk kesini. itu tidak masalah.

lagipula Dirinya tidak ingin bermain.

sepasang Mata coklat itu masih menjaga pandangan tertuju padanya. Dirinya akhirnya menyerah dan menggerakan mata hitamnya mengunci pada mereka. Anak itu pasti tidak lebih dari 5 tahun.

Rambutnya di ikat ekor kuda dengan pita berwarna merah muda, dia menggenakan gaun selutut berwarna kuning seakan tampilannya meneriakkan hal ‘menggemaskan’ padanya.

Dan gadis yang bermata coklat itu adalah salah satu anak yang bermain di taman.

" Apa?" dirinya mulai merasa jengkel dengan tatapan gadis itu.

“apa yang kamu lakukan?” gadis itu bertanya dengan ceria bernada tinggi. Khas anak.

bukankah sudah jelas? “membaca.” jawabnya. Membalik halaman lain. dirinya hampir selesai membaca setengah dari bukunya dan masih fokus untuk membaca, berusaha mengabaikannya.  ―karena gadis itu masih menatapnya.

“Mengapa? Itu membosankan!” gadis itu tersenyum cerah "bermain denganku?" lanjutnya. Mata nya yang coklat bersinar dengan penuh harapan.

 dirinya memandang langit sejenak, dimana matahari menjuntai dengan damai dan membiarkan sinarnya menyengat kepala anak-anak yang berpikir bahwa berlari atau bermain dengan bola di panas seperti ini adalah hal yang cerdas untuk dilakukan. Kulit Mereka akan coklat akibat terkena sengatan panas matahari.

Dan dirinya masih sayang dengan kulit putih bersihnya.

"tidak," jawabnya pada gadis itu. "aku lebih suka membaca." lalu dirinya menyenderkan punggung nya ke bangku dan kembali ke bukunya. Gadis itu tidak mengganggunya setelah beberapa saat. Mungkin sudah pergi bermain dengan anak-anak yang lain.

Dirinya perlahan menurunkan buku dari wajahnya, melirik ingin tahu. Lalu Mendengus dan kembali ke bukunya beberapa saat kemudian. Gadis itu sedang bermain lempar bola dengan beberapa anak. Tertawa dan berteriak bersama mereka.

Dirinya telah membaca sampai tiga bab, saat dia mendengar nafas kasar di dekatnya sekali lagi.

"Hei!" dirinya menurunkan bukunya dan melihat, matanya menyipit melihat gadis tadi yang sekarang berkeringat dan berlumpur. Kucirnya tampak berantakan , seolah seseorang telah menarik rambutnya.

apa dia berkelahi dengan anak lain?

"Ya?"

"kamu belum mau pergi?" dia bertanya padanya, senyum masih di wajahnya.

Dirinya menatap langit, oh sudah sore rupanya. Dirinya bahkan tidak sadar.

 Dan Dirinya tidak perlu khawatir ibunya mencarinya karena rumahnya  berada di sekitar sini. "belum, sebentar lagi."

"kamu masih membaca buku itu !?" katanya tidak percaya. hidungnya mengerut jijik saat menatap buku. “buku tentang apa itu?”

 

Baca Juga :


“tanaman.” jawabnya.

“tanaman...?”

“bunga.” katanya. memilih Menyerdehanakan jawabannya.

“kamu aneh” gadis itu menyilangkan tangannya. “kenapa membaca tentang bunga saat kamu berada di taman? Ada banyak bunga di taman!.” Cara gadis itu mengatakannya, sedikit membuatnya tersinggung. dan Dia berbicara cukup baik untuk anak-anak seusianya. Itu membuatnya agak terkesan. Walaupun sedikit jengkel dengan usaha anak itu untuk berbicara dengannya.

...ter kadang dirinya lupa kalau dirinya juga masihlah anak-anak.

“ingin mencari dan memetik bunga bersamaku?” gadis itu bertanya sekali lagi. Matanya di penuhi harapan.

“tidak.” katanya “aku lebih suka membaca.” dirinya menghela nafas dan kembali ke buku.

Keheningan membentang dengan nyaman disana, saat dirinya mendengar gadis itu berlari beberapa menit kemudian. Lalu gadis itu kembali, ragu-ragu, sebelum berbicara.

“....bisakah.. aku membaca bersama dengan mu?”

Dirinya perlahan menurunkan buku itu dari wajahnya. Melihat sekeliling. Benar-benar tidak melihat orang saat itu. lalu menatapnya. mengakui kehadiran gadis itu yang mulai terlihat ragu-ragu untuk berbicara padanya.

Mungkin dirinya harus berteman dengan gadis itu. dirinya kesini untuk mencari teman kan?

Dirinya membawa buku itu terbuka dilutut kanannya. Memberi ruang pada gadis itu untuk duduk di sebelahnya di bangku. Gadis itu tersenyum cerah mulai berlari, segera duduk di sebelahnya.

Dan untuk memulai pertemanan. dirinya memperkenalkan diri.

“oh ya, namaku reni, siapa nama mu?” reni tersenyum, mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan gadis yang namanya belum diketahui.

“aku rika! Salam kenal!” gadis itu― rika, menerimanya dan mengerakan tangannya dengan antusias. berjabat tangan.

Reni kembali ke bukunya dan mulai membaca dalam hati. Keheningan yang nyaman antara mereka, sampai reni melirik rika yang gelisah menatap buku di pangkuanya.

Dia kenapa?

Oh.

“kamu tidak bisa membaca?” reni bertanya. Menatap rika yang sekarang memerah, malu.

“eh?...tidak.” rika mengakui. tersenyum menggaruk pipi kanannya untuk menutupi rasa malu. Lalu menatapnya dengan penuh harap.

Reni berdeham. Membersihkan tenggorokannya, dirinya perlahan membawa jari telunjuknya pada setiap huruf. dan mulai membaca.

“bab sembilan: bunga mawar dan cara merawatnya ...”

itulah bagaimana reni yang berusia 6 tahun bertemu dengan rika―gadis di taman. Dan itulah awal dari persahabatan mereka berdua.

 

tamat

 

note: kritik dan sarannya? :)



 
itta123

itta123

email: ittakullah98@gmail.com hp :083153221745 terinspirasi oleh: KM bali 1 note: menulis hanya sebagai hiburan saja XD p.s :saya juga mempublish cerita di wattpad dengan mengunakan nama yang berbeda.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 

Artikel Populer

Komentar Terbanyak

 

image

Tipi Kampung

 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan