Sebuah Kebahagiaan Hakiki

Kadang suatu saat ketika turun hujan deras dan sengaja atau tidak sengaja kita terciprat oleh lumpur akibat ada mobil yang melaju kencang disamping kita.Kita akan segera mengumpat,mengucapkan sumpah serapah pada si pengendara mobil tersebut.Kadang ketika ditengah jalan,tiba tiba turun hujan lebat dan kita tak membawa jas hujan,kita berteduh di emperan sebuah toko dan berharap semoga hujan lekas reda atau bahkan ada yang nekat menembus dersanya hujan sambil menggerutu didalam hati..”hufth hujan mulu,kok gak pengertian sih”ato apalah bahasanya.

Disaat seperti itu,kita sering berfikir:enak ya yang bisa punya mobil mewah,mobil bagus,gak kepanasan dan kehujanan,bisa duduk rileks tanpa bersusah payah mengendarai dan penuh peluh bahkan tanpa besusah payah mengayuh pedal bagi yang memakai sepeda,kemudian berangan- angan…seandainya…jikalau…andai saja..hmmmm…pasti enak yah…

Tak dapat dipungkiri memang, most of us berfikir bahwa segala sesuatu yang mapan dan mewah itu sangat enak…YES,I agree with them,but not at all. Saya bukanlah seorang aktivis anti hedonisme yang sangat tidak setuju dengan hal-hal yang berbau kemewahan.Bahkan sebaliknya,saya bisa saja lebih hedon daripada yang dapat anda pikirkan tentang saya. Tapi yakinlah,memang kehidupan hedonisme terkadang sangat mengenakkan untuk beberapa saat,tapi hal itu takkan berlangsung lama.Lihat saja contohnya,para kaum” jet set”,para “borjuis” dari perancis yang kerjaannya hanya berkeliling dunia dengan kapal pesiar super mewahnya,jika ditanya dihati kecilnya akan berkata;”saya jenuh dengan berbagai kemewahan ini”saya ingin hidup seperti layaknya orang biasa.

Memang kadang kita berfikir “wow” it’s very crazy bisa naik dan hidup bermewah-mewahan tanpa bekerja dan hanya santai diatas yacht pribadi ato diatas kapal pesiar mewah.Jawabannya YA,tapi hanya untuk beberapa waktu saja.Selebihnya hanya kehampaan yang akan kita peroleh.Ingat film TITANIC dimana seorang bangsawan perancis yang sangat cantik dan berlimang kekayaan,dan bahkan akan dipinang oleh seorang bangsawan kaya tetapi malah memilih hidup yang “keluar batas’”dengan memilih seorang lelaki dekil yang kadang mengajari hal-hal yang bersifat ”freak” seperti berlomba meludah jauh-jauhan.Hal itu sebagai salah satu conth bahwa tidak semua kemewahan yang dibayangkan itu sangat nyaman.Bahka ada yang insomnia,susah tidur gara-gara takut kekayaannya diambil maling/dicuri.hmm..engga banget deh. Ato cerita seorang anak yang ditinggal kedua orang tuanya mencari kekayaan duniawi dan hanya kesepian sendiri dirumah dan akhirnya mencari kegiatan diluar yang justru bersifat negatif.

Sekarang kembali pada pertanyaan utama dan krusial didalam hidup ini.”Sebenarnya apa yang anda cari didalam hidup ini?”sebuah kekayaan materi kah,sebuah kesenangan duniawi kah,ataukah sebuah kebahagiaan sejati yang tak ternilai oleh materi seberapapun? jawabannya ada pada preferensi kita masing-masing.Tetapi sedikit saya ulas, sebenarnya orang mencari materi untuk apa?untuk mencukupi kebutuhan dan kehidupannya.ya.kebutuhan dan kehidupan dicukupi untuk apa?agar bisa hidup layak kan.ya..dan pada ujungnya akan kembali bahwa semuanya itu hanya untuk tujuan agar kita bisa berbahagia dalam hidup ini dan semua itu hanya sarana untuk mencapainya.

Ya,disini kata kuncinya adalah BAHAGIA,sekali lagi BAHAGIA. Dan kebahagiaan tak akan pernah dicapai hanya dengan sebuah kata KEKAYAAN. Kebahagiaan yang sejati terletak pada hati dimana kita bisa mensyukuri segala karunia NYA yang sangat besar dan berlimpah.

Mensyukuri menjadi sebuah point utama dari kehidupan didunia ini.mensyukuri bahwa kita diberi kesehatan,mensyukuri kita diberi kepintaran,mensyukuri kita diberi rizki yang teramat banyak,mensyukuri kita memiliki mobil,mensyukuri kita memiliki sepeda motor, mensyukuri kita memilik sepeda,mensyukuri kita memiliki kaki untuk berjalan,dan syukur lain yang tak terkira jumlahnya.

Jadi, ubahlah pola pikir kita bahwa kekayaan adalah segala-galanya.Mendewakan duniawi dan sebagainya.Ketika kita memiliki mobil,kita sangat bersyukur dibanding melihat yang berpanas-panas naik motor.Ketika naik motor kita bersyukur dibanding orang yang berpeluh karena mengayuh sepeda,Ketika naik sepeda kita bersyukur daripada orang yang berjalan kaki.Ketika berjalan kaki,kita bersyukur daripada melihat orang yang naik kursi roda dan didorong oleh seseorang dibelakangnya.hmmm..itulah hidup.

Berfikirlah,jika suatu saat diantara kita ada yang terciprat lumpur karena ada sebuah mobil yang melaju cepat disamping kita cobalah untuk tersenyum dan menikmatinya.Percayalah “menikmatinya” karena jika kita naik sebuah limousine mewah kita tidak dapat merasakan sensasi bagaimana rasanya orang terciprat lumpur.Memang agak aneh sebenarnya, tapi cobalah lihat hasilnya.Anda akan merasakan sebuah kebahagiaan yang teramat dalam melebihi apa yang kita rasakan sekarang ini.

Sebagai contoh,saya naik sepeda setiap hari ke kampus.Dalam hati saya tak ada sebuah kata minder atau canggung dan malu,malah sebuah kebahagiaan yang tak terkira yang saya dapatkan di sepanjang kayuhan di jalanan.Saya dapat melihat berbagai aktivitas tukang parkir,pemulung yang mengais sampah,satpam yang memberi karcis parkir,pak tua yang sedang berjemur sambil membaca koran dan berbagai aktivitas lain yang sangat “unik” menurut pandangan saya. Yang kesemua itu tak akan saya peroleh jikaa saya naik motor atau kendaraan lainnya. Menurut filosofis saya, semakin pelan jalan kita, semakin kita peduli terhadap sesama dan semakin kita menghargai apa sebenarnya arti hidup ini. Dan hal ini dibenarkan oleh sebuah anggapan dalam dunia kewirausahaan dimana kita dapat mendapatkan peluang karena kita melihat sekeliling kita dengan seksama dan tidak dilakukan dengan terburu buru.

Jadi, jangan berfikir bahwa hedonisme itu buruk dan anti hedonisme itu yang terbaik.Ada kalanya hedonisme itu menyenangkan,tetapi lebih menyenangkan lagi jika kita dapat mensyukuri karunia NYA dan dapat hidup sederhana nisacaya hal itu yang akan lebih kekal. Semoga dapat bermanfaat.

Sebuah jargon sebagai penutup;”uang bukanlah segala-galanya,tetapi segala-galanya butuh uang” [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru