Sandal Jepit

pagi ini terasa sangat indah, dihiasi butiran-butiran hujan.....jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, aku dan suamiku bergegas berangkat ke kantor kepala desa. sesampainya disana, kamipun menunggu cukup lama karena kadesnya sedang rapat pilkadus baru.
sambil menunggu, kamipun menyempatkan diri untuk membaca-baca buku yang terpajang cukup rapi diatas rak. kades pun datang menyapa "ayo Ri", suamikupun menghentikan bacaannya dan langsung menghadap kades. percakapan yang lumayan lama, aku sengaja menunggu diluar sambil meneruskan buku yang ku baca agar ku tak mendengar pembicaraan mereka. seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya suamiku keluar dari ruangan kades. dia hanya terdiam beribu bahasa dan hanya bilang "tunggu sbentar ya, saya ke toilet". iapun beranjak pergi. ku masih menunggu dan duduk diatas jok motor vario yang setia menemani perjalanan kami berdua. tiba2 dari luar, ku tak sengaja mendengar pembicaraan seseorang yang tak ku kenal berkata "kurang diajar orang itu, seenaknya bilang Hery itu gk pernah terjun ke masyarakat, gk pernah aktif di pemuda. perlu disekolahkan lagi mereka2 ini agar melek dan GK BUTA, dikiraen enak apa terjun ke masyarakat, sosialisasi kesana kemari, habis-habiisin bensin....tanpa digaji lagi. syukur-syukur ada orang yang mau seperti Hery yang masih peduli terhadap desanya, peduli terhadap kanak-kanak bajang di desanya....ini kok malah difitnah. bisa-bisa saya laporkan semua perangkat desa dan semua jajaran pemerintah kabupaten lombok barat kita ini juga yang salah, seharusnya pemerintah itu yang ngurusin masyarakatnya karena itu sudah kewajibannya. orang mereka sudah digaji oleh NEGARA. ini kok malah SENGAJA MENUTUP MATA... inget gk ada orang yang mau kerja tanpa digaji, tapi Hery, saking jiwa sosialnya yang ketinggian makanya mau keras banting tulang pergi pagi pulang malam tanpa gaji berupa uang bulanan dan tanpa uang tunjangan itu karena apa dan untuk siapa lagi kalau bukan untuk MEMAJUKAN DESA KALIAN HAH. MEMBELA HAK2 MASYARAKAT DESA. MEMANG TIDAK TAHU DIUNTUNG. SAYA NGOMONG BUKAN SBAGAI PAMANNYA, NAMUN SYA NGOMONG SBAGAI MASYARAKAT BIASA YANG MENGHARGAI ORANG2 SPERTI Hery. seharusnya orang2 seperti dialah yang diberikan penghargaan, cukup sudah pemerintah kita terutama desa kita ini mensupport penuh orang2 sperti dia ini".
akupun terdiam, ada rasa bangga dan sedih bersatu dalam diriku, banggaku karena suamiku ternyata lebih mengutamakan orang banyak ketimbang dirinya dan diriku. tapi sedihku karena ternyata usahanya memajukan desa ternyata sia-sia karena ada saja yang tidak suka dengannya. subhanallah....ternyata orang baik itu penuh ujian, ya Allah ku berlindung darimu dari fitnah2 manusia dan mudahkanlah jalan kami, Engkau kuatkanlah kaki kami dan kuatkanlah iman kami untuk terus melangkah di jalanMU, yang kami harapkan hanya Ridha-MU.gumamku dalam hati. [] - 05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru