Aku Menjadi Siswi SMK Kesehatan Hamzar

Lombok Utara, KM Primadona - “Mencapai cita-cita bukanlah melompat melewati samudra, tapi berjalan setapak demi setapak menuju puncak”

Kata-kata bijak inilah yang menyemangati diriku untuk terus belajar baik dibangku sekolah ataupun belajar di rumah dan lingkunganku. Dulu aku bercita-cita menjadi ustadzah, namun berbalik arah menjadi perawat.

Namaku Winita Sari, dan kini aku duduk dibangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Hamzar Bayan jurusan keperawatan kelas XI.

Semasa aku sekolah di Madrasah Tsanawiyah  kelas X, aku bercita-cita  ingin menjadi seorang ustadzah, sehingga aku terus belajar memperdalam ilmu agama. Lebih-lebih cita-cita mulia yang menjadi impianku ini mendapat dukungan dari nenekku.

Untuk memperjuangkan cita-citaku itu, setelah tamat MTs harus masuk ke pondok pesantren untuk memperdalam ilmu agama, sehingga seolah-olah saat itu aku tidak sabar menanti ujian akhir tiba, agar dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi untuk menggapai cita-citaku.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya ujian nasionalpun tiba. Aku berusaha belajar agar mampu menjawab soal dengan baik. Rasa tegang berusaha kuhilangkan dari pikiranku, lebih-lebih setelah usai ujian yang tinggal hanya menunggu pengumuman lulus.

Dikala menanti pengumumuan kelulusan, aku mulai bimbang dan menimang-nimang dimana aku harus melanjutkan studiku.  Dalam hati aku berpikir, jika masuk ke pondok-pesantren ilmu agamaku belum mendalam.

Disaat aku bimbang menentukan pilihan inilah, datanglah seorang sahabat mengajak diriku sekolah di SMK Kesehatan Hamzar. Mendengar ajakan itu aku semakin bingung menentukan pilihan, apakah aku harus masuk pondok pesantren agar bisa menjadi ustadzah sesuai dengan cita-cita, atau masuk ke SMK Ksehatan Hamzar untuk bisa menjadi perawat, ya minilamal merawat keluarga.

Setelah cukup lama kupertimbangkan, akhirnya aku bertekad kuat untuk masuk ke SMK Kesehatan Hamzar Bayan, yang keinginanku ini mendapat dukungan dari ibuku.

Namun keyakinan ini kembali goyah, setelah nenekku berkata; “mengapa kami pilih sekolah di SMK Kesehatan, padahal kamu tidak punya biaya. Apakah kamu tidak kasihan melihat ibumu yang bersusah payah membanting tulang untuk bekerja mencarikan kamu biaya”, kata nenekku dengan nada tanya.

Nenekku menambahkan, jika kamu melanjutkan ke SMK Kesehatan, kemudian kamu tidak kuliah, maka sia-sialah biaya yang sudah banyak keluar.

Mendengar itu, aku hanya bisa terdiam tanpa mengeluarkan kata sepatahpun, karena aku tahu nenekku kecewa, karena ia ingin melihat diriku sekolah di pondok pesantren agar bisa menjadi ustadzah.

Ditengah aku terdiam sambil memikirkan kemana harus melanjutkan, disaat itulah datang kakakku  yang tinggal di Desa Anyar dan menceritakan terkait dengan SMK Kesehatan. Dan ia terus memberi support dan semangat agar aku masuk di SMK.

Setelah berpikir, akhirnya aku memutuskan masuk ke SMK Kesehatan Hamzar pada tahun 2014. Karena dalam hati aku berpikir bahwa ini merupakan keputusan yang terbaik, walau nenek kurang setuju.

Semoga SMK Kesehatan Hamzar Bayan terus maju dan memberikan masa depan yang lebih baik, agar aku mampu membahagiakan nenek, ibu dan keluargaku.  Amiin. (Penulis: Winita Sari) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru